JELAJAH.CO.ID, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menurunkan empat dokter spesialis bagi korban bencana di Sumatera dan Aceh. Itu disampaikan Wakil Dekan 3 fakultas kedoketran dr.Irna Diyana Kartika M.Kes.Sp.PK.Ph.D.
“Fakultas kedokteran UMI telah menurunkan tim dokter spesialis di Sumatera,”ujar Irma kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Menara UMI, Jalan Urip Sumoharjo pada Ahad 7 Desember 2025.
Pihaknya bekerjasama dengan tim gabungan dari tim relawan asosiasi medikal dokter mediasa (Amda).
Menurutnya, yang paling dibutuhkan bagi korban banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra–Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah air bersih, obat-obatan, pakaian dalam, mukena, dan selimut.
“Sehingga donasi yang terkumpul dibelikan kebutuhan tersebut,”katanya.
Sedangkan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, menambahkan, selain tim medis yang telah diturunkan, pihaknya sudah memberikan bantuan materi senilai Rp 60 juta. Uang tersebut hasil donasi dari sevitas akademik UMI.
“Kehadiran UMI untuk menyatakan duka. Tercatat kurang lebij 1.000 orang terkena musibah Sumatera. Kami turut berpartisipasi saudara kita di sana paling tidak turut meringankan,”katanya.
Sedangkan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H Mansyur Ramly, SE, M.Si mengatakan, partisipasi UMI dalam memberikan bantuan di Sumatera bukan kali pertama. UMI, kata dia telah memberikan pula bantuan kepada korban di Palestina.
“Kami terlibat dalam memberikan bantuan bukan kali pertama. Tahun 2023 kami berikan pula bantuan di Gaza. Karena UMI merupakan kampus islam. Kampis perjuangan sehingga peka terhadap masyarakat,”ucapnya.
Adapun Ketua Pengurus Yayasan Wakaf (YW) UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA mengatakan, apa yang diberikan UMI sebagai bentuk partisipaai turut prihatin melihat kondisi di Sumatera.
“Ala kadarnya tapi tetap kami ikut membantu,”jelasnya.