Pertama di Indonesia Timur, Sunny Kids Hadir di Makassar

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Sunny Kids yang merupakan pusat terapi dan tumbuh kembang anak hadir pertama di Indonesia Timur. Pusat terapi outdoor tersebut berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate. Diresmikan oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham dan Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi pada Jumat 23 Januari 2026.

Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi dengan hadirnya sekolah ini. Pasalnya ini sekolah pertama di Makassar bagi anak yang berkebutuhan khusus. Sehingga nanti dapat memjadi percontohan bagi daerah lain.

“Tentu kami mengapresiasi hadirnya sekolah terapi ini. Terlebih memiliki metedologi baru. Harapan kami anak-anak bisa tumbuh kembang tanpa ada rasa minder,”ujar Aliyah dalam sambutannya.

Baca Juga:  Bersama Melinda Aksa, Tiga Organisasi Perempuan Ikuti Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan data dari dinas pendidikan Makassar jumlah anak yang mengalami kebutuhan khusus di daerah ini mencapai 600 orang. Mereka berasal dari tingkat PAUD sehingga sangat membutuhkan sekolah ini.

“Dalam hal perekonomian mereka sangat membutuhkan sekolah seperti ini. Sehingga kami berharap ada kerjasama dalam bentuk beasiswa,”katanya.

Senada, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Cicu-sapaan Andi Rachmatika Dewi berharap dengan hadirnya Sunny Kids di Makassar dapat membantu anak-anak di kota ini yang menderita berkebutuhan khusus.

“Apalagi datanya cukup banyak yaitu 600 orang. Ini menjadi angin segar buat orang tua yang anaknya mengalami berkebutuhan khusus. Dan paling bagus konsepnya outdoor,”ucapnya.

Sedangkan Direktur Sunny Kids Pusat, Cristina Onasis mengatakan, pusat terapi integrasi outdoor saat ini sudah berada di tiga daerah. Yaitu Tangerang Selatan dan Jakarta. Terbaru di Makassar.

Baca Juga:  Taruna Ikrar: BPOM Membawa Suara ASEAN di Panggung Global

“Sunny Kids hadir di Indonesia sejak tahun 2022. Terbaru di Makassar,”katanya.

Menurutnya, anak-anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD) membutuhkan perhatian khusus, lewat terapi integrasi outdoor, yang dilakukan secara konsisten, agar anak jadi lebih toleran terhadap rangsangan yang mengganggu.

“Berdasarkan data tahun 2024, jumlah anak berkebutuhan di dunia termasuk di Indonesia sudah mencapai 2 juta orang. Kami berharap dengan konsep terapi outdoor anak merasa nyaman dalam proses pengobatan,”jelasnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya