Mardiono Minta Kader Hentikan Saling Menyalahkan

JELAJAH.CO.ID, Makassar — Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menilai konsolidasi organisasi yang dijalankan PPP kali ini menjadi yang terbaik dalam 30 tahun terakhir. Ia menyampaikan hal tersebut saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP di Hotel Claro Makassar, Rabu malam, 11 Februari 2026.

Mukernas ini menghadirkan 38 Ketua DPW PPP se-Indonesia, anggota DPRD dari PPP, serta kader dan simpatisan dari berbagai daerah. Selain itu, forum ini menjadi ruang evaluasi kerja organisasi sekaligus menguatkan arah gerak partai ke depan.

PPP Rampungkan Konsolidasi di 33 Wilayah

Dalam kesempatan itu, Mardiono mengapresiasi pengurus harian serta ketua dan sekretaris di daerah setelah PPP menuntaskan konsolidasi organisasi di 33 wilayah se-Indonesia. Ia menilai capaian ini menunjukkan struktur partai bekerja hingga level daerah dan memperkuat fondasi mesin partai.

Baca Juga:  Peluang Andi Amran Sulaiman Pimpin PPP Tergantung 672 Pemilik Suara

“Proses konsolidasi kali ini berjalan lebih demokratis, terbuka, dan terdokumentasi dengan baik dibanding periode sebelumnya,”katanya.

Mardiono Dorong Tata Kelola Lebih Transparan

Mardiono menyinggung pengalaman masa lalu ketika PPP menjalankan agenda di sejumlah wilayah, namun hasilnya tidak selalu terbaca jelas di internal. Karena itu, ia mendorong PPP menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran agar proses organisasi ke depan lebih rapi, transparan, dan akuntabel.

Pengurus Baru Dapat Ucapan Selamat

Selanjutnya, Mardiono mengucapkan selamat kepada para ketua wilayah, sekretaris wilayah, dan jajaran pengurus harian yang menerima amanah memimpin struktur. Ia berharap para pengurus baru menjalankan mandat tersebut sebaik-baiknya demi mewujudkan cita-cita partai.

Kader Diminta Hentikan Saling Menyalahkan

Baca Juga:  Mardiono Dukung Prabowo Dua Periode, Gibran Belum Pasti

Pada bagian akhir, Mardiono mengimbau kader PPP agar tidak terjebak dalam saling menyalahkan. Ia menekankan konsolidasi harus menjadi energi bersama untuk memperkuat soliditas partai, bukan memicu friksi internal.

“Kader internal untuk tidak terjebak dan saling menyalahkan. Partai menekankan konsolidasi harus menjadi energi bersama untuk memperkuat soliditas, bukan memicu fraksi internal.

Komentar Anda
Berita Lainnya