JELAJAH.CO.ID,Makassar— Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memimpin langsung refleksi satu tahun pemerintahannya dalam dialog publik Tribun Timur bertajuk “Barru dalam Nahkoda Perempuan: Setahun Kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari”. di Kantor Redaksi Tribun Timur, Jalan Cenderawasih, Makassar, Selasa 17 Februari 2026.
“Bicara Kabupaten Barru adalah daerah yang tak lepas dari kehidupan sehari-hari saya,” kata Andi Ina.
Dalam dialog tersebut, turut hadir aktivis perempuan Emma Husain, Dekan FISIP Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto, serta konsultan dan peneliti Muhammad Asratillah. Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur, AS Kambie, memandu jalannya dialog.
Andi Ina Bawa Rekam Jejak Politik ke Kursi Bupati
Andi Ina kemudian bercerita tentang perjalanan politiknya. Ia mengingat kembali bagaimana ia memulai pengabdian di DPRD Sulsel dan menjalaninya selama tiga periode, sebelum akhirnya dipercaya memimpin sebagai Ketua DPRD Sulsel.
“Kemudian melanjutkan pengabdian di Barru. Bersama Wakil Bupati Abustam, menyusun visi pemerintahan untuk mewujudkan Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat. Karena itu, Pemkab Barru menetapkan arah pembangunan tersebut dalam RPJMD lima tahun ke depan,” bebernya.
Defisit 2025 Membebani, Andi Ina Tata Prioritas 2026
Namun demikian, Andi Ina mengungkap tantangan fiskal yang langsung menekan pemerintahannya. Pada 2025, Pemkab Barru menjalankan pemerintahan dengan defisit sekitar Rp40 miliar. Sementara itu, pemerintah pusat mengalokasikan dana transfer Rp133 miliar pada 2026, sehingga Andi Ina menata prioritas belanja agar program tetap berjalan dan janji politik tetap terjaga.
Andi Ina Rujuk BPS: Kemiskinan Turun di 2025
Di tengah keterbatasan anggaran, Andi Ina menyampaikan indikator sosial yang membaik. Ia merujuk data BPS yang mencatat penduduk miskin Maret 2025 sebesar 8,00%, turun 0,31 poin dibanding Maret 2024.
Andi Ina Amankan Sekolah Rakyat Rp270 Miliar
Selanjutnya, Andi Ina mendorong masuknya program Sekolah Rakyat untuk anak-anak pra-sejahtera. Ia bersama Abustam memperjuangkan kuota program yang terbatas. Upaya itu menghasilkan dukungan anggaran Rp270 miliar untuk Barru.
“Pemkab Barru memulai pembangunan sejak November tahun lalu di rest area Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja. Melalui program ini, Andi Ina menargetkan anak pra-sejahtera tetap sekolah dan tidak putus pendidika,” tuturnya.
Andi Ina Jalankan MBG, 14 Dapur Sudah Beroperasi
Selain itu, Andi Ina menjalankan program MBG di Barru. Ia menyebut 14 dapur telah beroperasi, termasuk dapur terbaru yang ia resmikan bersama Kapolres Barru. Pada saat yang sama, ia menilai program ini membuka peluang kerja karena dapur membutuhkan tenaga operasional.
Andi Ina Dorong Kampung Nelayan Rp9 Miliar
Pada sektor kelautan, Andi Ina menggerakkan program kampung nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemkab Barru menerima anggaran Rp9 miliar dan kini mempercepat proses pembangunannya.
Andi Ina Genjot Pertanian, Produksi Padi Naik 21,81%
Sementara itu, Andi Ina menempatkan pertanian sebagai tumpuan ekonomi warga. Pada 2025, petani Barru menghasilkan 139.484 ton gabah kering giling, meningkat 21,81% dibanding 2024 yang tercatat 114.510 ton. Untuk menjaga tren ini, Pemkab mengoptimalkan lahan sawah 15.703 hektare dan menjalankan pola tiga kali tanam.
Andi Ina Tekan Pengangguran lewat 2.000 SK PPPK Paruh Waktu
Terakhir, Andi Ina menyasar penurunan pengangguran. Pemkab Barru menyerahkan 2.000 SK PPPK Paruh Waktu kepada warga yang memenuhi syarat. Selain itu, Andi Ina menilai rekrutmen tenaga program MBG ikut menambah peluang kerja di daerah.