JELAJAH.CO.ID,Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan membuka penjaringan bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui Tim Lima dan tim zonasi, dengan batas akhir pengusulan nama pada 8 Maret 2026.
Juru Bicara Tim Lima DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, mengatakan penjaringan dilakukan secara riil di enam zona yang telah ditetapkan. Seluruh nama yang masuk akan diinventarisasi untuk kemudian dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta.
“Limit penjaringan itu 8 Maret. Setelah itu, semua nama di-closing dan tidak ada lagi tambahan usulan untuk dibawa ke tingkat DPP,” ujar Wawan, Sabtu malam, 21 Februari 2026.
Ia menegaskan, kuota minimal tiga kandidat per DPC sebagaimana diminta DPP ditargetkan terpenuhi. Komposisi tersebut terdiri atas dua laki-laki dan minimal satu perempuan.
Menurutnya, penjaringan terbuka bagi kader internal maupun tokoh eksternal yang berminat mengabdi di PKB.
“Ini juga momentum undangan bagi teman-teman di luar partai yang ingin bergabung. Silakan mendaftar melalui Tim Lima, tim zonasi, atau berkomunikasi dengan kader PKB untuk selanjutnya didiskusikan metodologinya,” katanya.
Verifikasi dan UKK
Wawan mengungkapkan, hingga kini telah terinventarisasi sekitar 10 nama dari berbagai daerah di Sulsel. Namun, seluruh nama tersebut masih akan diverifikasi oleh Tim Lima sebelum direkomendasikan ke DPW dan selanjutnya dimintakan persetujuan ke DPP.
“Tim Lima berkewajiban melakukan verifikasi untuk menentukan siapa yang layak melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluang bagi petahana maupun kandidat baru dinilai setara. Hal ini karena seluruh bakal calon wajib mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dilaksanakan lembaga profesional terpisah sebagai badan otonom partai.
“UKK dilakukan oleh lembaga yang punya kapasitas menguji integritas dan mentalitas seseorang. Jadi semua kandidat, baik kader maupun eksternal, berada dalam posisi yang sama,” tegasnya.
Wawan memastikan struktur DPW tidak akan melakukan intervensi dalam proses seleksi. Sistem penjaringan, kata dia, melibatkan hampir seluruh instrumen partai, mulai dari Tim Lima, tim zonasi, hingga rekomendasi dari DPC.
“Ada yang langsung mendaftar ke Tim Lima, ada rekomendasi dari tim zonasi, bisa juga DPC mendorong kadernya. Format ini berbeda dengan partai lain karena gatenya terbuka dan menggunakan hampir semua instrumen,” jelasnya.
Setelah proses penjaringan dan verifikasi rampung, agenda musyawarah cabang (Muscab) dijadwalkan berlangsung hingga April 2026.
“Semua agenda struktural ditargetkan selesai pada April,” pungkas Wawan.