Dihadiri Empat Komunitas, Waris Halid Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Makassar

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Wakil Ketua Komite II DPD RI, Andi Waris Halid, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti ratusan warga Kota Makassar di Grand Palace Hotel, Jalan Tentara Pelajar, Rabu 11 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program MPR RI yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Andi Waris Halid menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut ditujukan untuk masyarakat, khususnya yang berada di daerah pemilihannya di Sulawesi Selatan.

“Sosialisasi empat pilar ini untuk masyarakat. Karena saya dari Dapil Sulsel Selatan, maka kegiatan ini juga untuk masyarakat Sulsel Selatan. Ini memang program MPR RI dan merupakan amanah undang-undang untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Anak Muda Makassar Menang Lomba Logo HUT 418, Usung Filosofi Persatuan dan Kebersamaan

Ia mengatakan, kegiatan kali ini dihadiri empat kelompok masyarakat yang berasal dari berbagai komunitas di Makassar, di antaranya komunitas adat Pasar Butung, Bunga Ejaya, dan Barukang.

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya dilaksanakan di Kota Makassar, tetapi juga dilakukan secara bergilir di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.

“Bukan cuma di Makassar, sosialisasi empat pilar ini juga dilakukan di kabupaten. Saya sudah melaksanakan di Barru, Sinjai, dan Bone,” jelasnya.

Ia menuturkan, setiap anggota MPR RI memiliki jadwal pelaksanaan sosialisasi empat pilar yang dilakukan beberapa kali dalam setahun sehingga kegiatan tersebut terus bergilir menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Selain masyarakat umum, Andi Waris Halid juga menilai sosialisasi empat pilar sangat penting diberikan kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga:  Kaji Pengendalian Banjir di Makassar, Wali Kota Bahas Bersama Ahli Unhas

Ia mengungkapkan, sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan Universitas Hasanuddin.

“Lebih bagus lagi sebenarnya kalau sosialisasi ini diberikan kepada siswa-siswa di sekolah. Saya sudah pernah masuk ke beberapa sekolah dan universitas. Kemarin di UIN sudah, di Unhas sudah, nanti mungkin ke UNM. Jadi semua lapisan masyarakat harus mendapatkan pemahaman ini,” katanya.

Menurutnya, pemahaman tentang empat pilar kebangsaan sangat penting bagi generasi muda, terutama dalam membangun moral dan karakter bangsa.

Ia menilai saat ini pendidikan moral yang dahulu dikenal melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sudah tidak lagi diajarkan secara mendalam.

Baca Juga:  Makassar dan Kawasaki Cegah Kebocoran Air Lewat Proyek NRW JICA

“Kalau dulu kita ada pelajaran PMP, sekarang sudah tidak ada lagi. Yang ada sekarang kewarganegaraan, tapi tidak mendalami falsafah Pancasila. Padahal yang ditekankan di situ adalah moral,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan sosialisasi empat pilar menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat pondasi kebangsaan dan mencegah terjadinya disintegrasi bangsa.

“Kejadian yang kita alami hari ini banyak karena persoalan moral. Inilah pentingnya empat pilar ini, karena ini adalah pondasi agar kita tidak mengalami disintegrasi bangsa,” pungkasnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya