JELAJAH.CO.ID,Makassar – Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono mengungkap tantangan terbesar yang dihadapi dalam misi mengembalikan partainya ke Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.
Salah satu katanya adalah perubahan pola pikir pemilih di Pemilu 2029 mendatang. Mayoritas pemilih nantinya adalah para generasi Z yang memiliki karakteristik dan cara pandang tersendiri dibanding generasi sebelumnya.
Hal itu diungkap Mardiono saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu malam 11 Februari 2026. Acara tersebut mengusung tema “Bentangkan Sajadah Perjuangan Untuk Melangkah Dalam Kebersamaan dan Istiqomah Dalam Berjuang Menuju Parlemen 2029”.
Menurut Mardiono, perubahan cara pandang dan metode pelaksanaan pemilu harus diantisipasi oleh para kader sejak dini. Simulasi dan inovasi untuk merebut basis suara sangat dibutuhkan.
“Di Pemilu 2029 nanti yang akan kita hadapi adalah generasi Z, artinya akan ada perubahan cara pandang. Cara pelaksanaan pemilu nanti akan mempengaruhi dan itu setiap zaman akan terjadi,” tegas Mardiono.
“Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri untuk mengantarkan generasi Z agar kelak bisa memimpin bangsa dan negara, mampu bersaing dengan bangsa lain. Ini tugas kita bersama,” tambahnya.
Mardiono tak menampik jika tantangan lainnya untuk lolos ke Senayan adalah masalah internal yang sering menghantui partainya. Oleh karena itu, ia menyerukan seluruh kader untuk mulai bekerja sama dan merapatkan barisan.
“Mari kita rapatkan barisan dan bergandengan tangan. Tantangan ini harus kita hadapi bersama karena perjuangan ini untuk kita semua, untuk rakyat Indonesia,” harapnya.
“Insyaallah kita bercita-cita mengembalikan perolehan suara seperti tahun 2014, di mana kita mendapatkan 39 kursi,” kata Mardiono.
Mardiono pun enggan mengomentari lebih jauh soal ketidakhadiran Wakil Ketua Umum DPP PPP, Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal DPP PPP, Taj Yasin Maimoen dalam forum Mukernas I ini.
“Mungkin karena beliau ada tugas negara. Dalam AD/ART kita, ketidakhadiran satu atau dua pengurus juga tidak mengurangi keabsahan agenda partai,” ujarnya.
Dibalik semua tantangan tersebut, dirinya tetap meyakini PPP sangat siap menghadapi Pemilu 2029. Khusus di Sulawesi Selatan, Mardiono menargetkan perolehan kursi partai berlambang Ka’bah itu meningkat dibandingkan hasil Pemilu sebelumnya.
“Ke depan kita harus naik, itu pasti. Ini sejalan dengan misi kita kembali ke Senayan pada Pemilu 2029. Kita target bisa mengembalikan suara seperti tahun 2014,” demikian Mardiono.
Pembukaan Mukernas I PPP sendiri turut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Jabbar Idris serta Bendahara Umum DPP PPP yang juga Ketua Panitia Mukernas I, Imam Fauzan Amir Uskara.
Selain itu, hadir pula jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se Indonesia, serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Mukernas I sekaligus Bendahara Umum PPP, Imam Fauzan AU, menyampaikan bahwa peserta Mukernas terdiri atas pengurus DPP, DPW, dan anggota DPRD.
“DPW PPP dari 38 provinsi hadir lengkap. Sebanyak 33 DPW di antaranya sudah berstatus SK definitif, sementara sisanya masih pelaksana tugas. Seluruh ketua dan sekretaris wilayah hadir,” kata Imam.
Ia menegaskan seluruh pengurus DPP diundang untuk menghadiri Mukernas I. “Intinya, kami mengundang seluruh pengurus harian yang tercantum dalam SK DPP,” ujarnya.