JELAJAH.CO.ID,Makassar— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur kota, kepatuhan pajak kendaraan, serta keteraturan lalu lintas sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan peluncuran produk otomotif New Veloz Hybrid EV yang digelar oleh Kalla Toyota di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu 7 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Munafri menjelaskan bahwa kehadiranya dalam kegiatan peluncuran produk otomotif ini, bukan sekadar seremoni, melainkan berkaitan langsung dengan potensi peningkatan pendapatan daerah.
Menurutnya, semakin tinggi penjualan kendaraan di Kota Makassar, maka semakin besar pula kontribusi pajak kendaraan yang dapat mengalir ke daerah dan memperkuat kapasitas fiskal pemerintah kota untuk membiayai pembangunan.
“Kenapa pemerintah kota datang di acara launching mobil atau peluncuran produk otomotif? Karena ini akan berdampak pada penghasilan Kota Makassar,” ujarnya.
“Semakin banyak mobil yang laku di kota ini, semakin besar pula pajak yang masuk ke daerah dan semakin luas ruang fiskal kami untuk membangun,” sambung Munafri.
Dia mengingatkan pihak dealer dan pelaku usaha otomotif agar memastikan setiap kendaraan yang dijual benar-benar terdaftar dan membayar pajak di wilayah Sulawesi Selatan.
Munafri menegaskan pentingnya penggunaan pelat kendaraan sesuai domisili agar potensi pendapatan daerah tidak berpindah ke wilayah lain.
“Ini penting, untuk kita pastikan bersama bahwa kendaraan yang beroperasi di Makassar membayar pajaknya di Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Makassar saat ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa aktivitas perdagangan barang dan jasa di kota ini bergerak sangat baik.
Hal itu juga terlihat dari banyaknya produk nasional maupun global, khususnya di sektor otomotif, yang memilih Makassar sebagai salah satu lokasi awal peluncuran produk.
Salah satunya adalah peluncuran Veloz Hybrid, yang menurut Munafri memberikan pilihan baru bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
“Veloz Hybrid ini memberikan respon terhadap isu lingkungan sekaligus menawarkan efisiensi yang lebih baik bagi pengguna kendaraan,” katanya.
Mantan CEO PSM itu menilai tema kegiatan peluncuran yang mengangkat konsep “pulang kampung” sangat relevan dengan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
Appi menyebutkan bahwa momen mudik atau pulang kampung seringkali menjadi simbol kebanggaan tersendiri bagi masyarakat, termasuk ketika menggunakan kendaraan baru.
“Biasanya kalau ‘pulang kampung’, orang ingin memperlihatkan sesuatu yang baru. Dan tentu lebih bangga rasanya kalau pulang dengan mobil baru. Saya kira Veloz sangat jeli melihat fenomena ini,” tutur orang nomor satu Kota Makassar itu.
Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa peningkatan jumlah kendaraan di Makassar, harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk terus memperbaiki kualitas jalan dan sistem transportasi di kota tersebut.
Dia juga menekankan bahwa pembangunan kota ke depan harus berorientasi pada manusia, bukan semata-mata pada kendaraan atau bangunan fisik.
“Kami membangun kota ini untuk kepentingan manusia, bukan kepentingan mobil atau gedung. Penataan kota harus menempatkan pejalan kaki sebagai prioritas,” jelasnya.
Munafri menambahkan bahwa ke depan penataan pedestrian di Makassar akan disesuaikan dengan kebutuhan pejalan kaki, sementara kendaraan harus menyesuaikan diri dengan aturan yang ada.
Menurutnya, perubahan paradigma ini penting untuk menciptakan kota yang lebih nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Di akhir sambutannya, Munafri kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak kendaraan serta mematuhi aturan lalu lintas.
Lanjut dia, kedisiplinan lalu lintas menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam menilai kenyamanan sebuah kota sebagai tempat berusaha.
“Kalau kita ingin melihat sebuah kota layak untuk investasi, salah satu indikatornya adalah bagaimana tertib lalu lintasnya,” imbuh Appi.
“Kalau lalu lintasnya tertib, kota itu biasanya aman dan nyaman untuk berinvestasi. Tapi kalau semrawut, tentu menjadi masalah,” lanjut Appi, menutup sambutan.