JELAJAH.CO.ID,Makassar – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono dijadwalkan akan membuka musyawarah cabang (Muscab) PPP Sulawesi Selatan yang digelar serentak pada 25 hingga 27 April 2026.
Hal itu disampaikan Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi. Dia mengatakan, Mardiono hadir secara virtual. “Kami mengundang Pak Mardiono untuk membuka muscab ini,”ujar Ilham Ari, Rabu malam 19 April 2026.
“Saat ini kami tengah mencari lokasi strategis yang representatif, seperti baruga atau hotel yang dilengkapi dengan fasilitas videotron besar untuk menunjang jalannya acara virtual,”sambungnya.
Dia menjelaskan, konsep acara ini akan dimulai dengan seremonial pembukaan dan sidang paripurna yang dipimpin oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) melalui aplikasi zoom.
Setelah sesi pembukaan virtual tersebut, agenda akan dilanjutkan dengan sidang-sidang teknis seperti pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), pemandangan umum, serta rapat komisi yang dilaksanakan secara paralel oleh masing-masing Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Pada bagian akhir, akan ada pandangan umum terkait penentuan formatur, di mana perwakilan DPW juga akan hadir langsung di lokasi daerah. Diketahui, muscab serentak ini diikuti 22 DPC PPP kabupaten/kota. Kecuali Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
Lebih lanjut Ilham mengatakan bahwa, sejauh ini persiapan teknis telah mencapai sekitar 80% dan uji coba sistem berjalan dengan baik. Untuk mematangkan kesiapan, akan diadakan pertemuan lanjutan dengan seluruh DPC via zoom pada Sabtu 18 April pekan ini guna memastikan pemahaman akses teknologi, mengingat sistem ini sudah cukup lama tidak digunakan.
Mengenai kriteria calon ketua, pihak pengurus akan memberikan apresiasi khusus bagi ketua petahana yang dinilai berprestasi, seperti berhasil menaikkan jumlah kursi di DPRD, meningkatkan akumulasi suara, atau memenangkan kepala daerah yang diusung oleh PPP.
Beberapa daerah yang dianggap berprestasi karena berhasil menduduki kursi pimpinan daerah antara lain Makassar, Gowa, Takalar, dan Bantaeng.
Adapun sistem muscab ini, akan dipilih tim formatur yang terdiri dari lima atau tiujuh orang, tergantung pada jumlah kecamatan di daerah tersebut. Komposisi formatur ini mencakup dua perwakilan dari unsur wilayah (DPP/DPW) dan sisanya berasal dari perwakilan struktur DPC serta PAC.
Sedangkan, bagi kandidat baru maupun kader lama yang ingin maju, mereka harus melewati proses fit and proper test yang ketat sebelum ditetapkan.