Ingin Ciptakan Regenerasi, Alasan Andi Sugiarti Mangun Karim Tidak Maju di Muscab PPP Bantaeng

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Ingin ciptakan regenerasi menjadi alasan utama Andi Sugiarti Mangun Karim tidak maju lagi sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Bantaeng. Setelah dua periode memimpin partai berlambang kakbah itu.

“Saya tidak maju karena ingin menciptakan regenerasi,”ujar Andi Sugiarti ketika dikonfirmasi melalui sambungan telelpon selularnya, Sabtu 18 April 2026.

Dia mengatakan, PPP Bantaeng punya banyak kader. Mereka ini harus diberi ruang dan panggung untuk bisa mengaktualisasi kemampuannya.

“Saya tidak mau ego dek, saya tidak mau egois. Karena ketika saya egois bertahan, artinya saya bisa saja dianggap tidak berhasil melakukan kaderisasi,”katanya.

Selain itu, lanjut legislator DPRD Sulsel ini mengatakan bahwa, posisinya sekarang ini menjabat sebagai wakil ketua bidang data dan pemenangan di DPW PPP Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Musda Golkar Sulsel Akan Digelar Januari Hampir Pasti Batal

Ia menambahkan,tugasnya di muscab hanya mengawal kegiatan tersebut sampai kepada penetapan formatur. Adapun muscab PPP Bantaeng diadakan di hotel kirei pada 25 April mendatang secara serentak.

Diketahui, hasil Pemilu 2024 lalu, Andi Sugiarti mampu membawa PPP Bantaeng meraih lima kursi. Sedangkan di Pemilu 2019, mampu meraih kursi pimpinan dengan meraih lima kursi.

Sebelumnya, Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi mengakui jika Andi Sugiarti tidak mencalonkan lagi sebagai ketua DPC di muscab tersebut. Dia mengatakan, Andi Sugiarti ingin memberikan kesempatan kepada kader lain.

“Bu Andi Sugiarti menginginkan ada regenerasi dan kami apresiasi itu. Termasuk capaian beliau selama dua periode memimpin PPP Bantaeng,”katanya, Jumat 17 April 2026 di Sekretariat PPP Sulsel.

Baca Juga:  Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Muswil PKB Sulsel 2025

Lanjutnya, jelang muscab, PPP Sulawesi Selatan telah memetakan kader yang berpotensi dipertahankan sebagai calon ketua dan yang akan diganti.

Itu merujuk pada hasil evaluasi yang telah dilakukan dengan berbagai indikator. Seperti DPC yang mampu mendapatkan kursi pimpinan di DPRD. Lalu jumlah akumulasi suara partai naik tapi perolehan kursi tidak naik, dan jumlah kursi partai naik tapi suaranya stagnan.

“Total DPC PPP yang dievaluasi sekitar sepertiga dari 22 DPC,”ucapnya.

Adapun DPC yang dianggap berhasil seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Bone, dan Kota Makassar.

Komentar Anda
Berita Lainnya