JELAJAH.CO.ID,Makassar – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi (akrab disapa Cicu), memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Makassar, Jumat 1 Mei 2026.
Aksi yang dipusatkan di depan Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani tersebut, dinilai berjalan kondusif, aman, dan penuh kedewasaan.
Dialog Terbuka dengan Massa FSPMI dan KSPI
Didampingi oleh legislator Fraksi NasDem, Mizar Roem dan Mahmud, Cicu turun langsung menemui massa aksi yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Menurut Cicu, momentum May Day merupakan ruang sakral bagi pekerja untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.
”Alhamdulillah, sejak 2017 aksi buruh di sini selalu berlangsung kondusif. Ini mencerminkan kedewasaan teman-teman buruh dalam menyampaikan pendapat secara damai dan menaati aturan,” ujar Cicu.
Poin Utama Tuntutan Buruh Sulsel 2026
Dalam pertemuan tersebut, para buruh menyampaikan beberapa isu krusial, di antaranya RUU Ketenagakerjaan: Mendesak percepatan atau peninjauan pembahasan di tingkat pusat, Pengawasan Ketenagakerjaan: Meminta penguatan fungsi pengawasan di tingkat daerah agar hak-hak buruh terlindungi di lapangan.
Selanjutnya, Kesejahteraan: Peningkatan standar hidup layak bagi pekerja di Sulawesi Selatan.
Komitmen DPRD Sulsel
Cicu menegaskan bahwa DPRD Sulsel tidak akan membiarkan aspirasi tersebut hanya menjadi catatan. Pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti poin-poin yang masuk dalam kewenangan legislatif tingkat provinsi dan meneruskan tuntutan yang bersifat nasional kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI.
”Kami berharap komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan legislatif terus terjalin baik agar persoalan ketenagakerjaan bisa selesai secara berkelanjutan,” tutupnya.