JELAJAH.CO.ID,Makassar – Dinamika politik di Sulawesi Selatan kembali menghangat setelah Andi Nurhidayati tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memberikan sinyal kuat akan berpindah haluan ke Partai Amanat Nasional (PAN). Langkah ini diambil setelah adanya ajakan intensif dari sejumlah fungsionaris PAN, termasuk Andi Yuliani Paris yang masih memiliki ikatan kekeluargaan dengannya.
Alasan di Balik Rencana Perpindahan
Dalam sebuah pernyataan terbaru, Andi Hatta mengungkapkan bahwa ketertarikannya bergabung dengan PAN tidak lepas dari strategi politik untuk membangkitkan kembali suara partai berlambang matahari tersebut di Kabupaten Soppeng. Ia mencatat bahwa dalam dua periode terakhir, perolehan kursi PAN di Soppeng mengalami penurunan drastis hingga mencapai titik nol.

“PAN sekarang hancur di Soppeng, nol kursi. Ini berarti kita harus menggunakan biaya dan tenaga ekstra. Tidak bisa PAN bangkit kembali kalau bukan tokoh-tokoh khusus yang turun tangan,” ujar Andi Nurhidayati melalui sambungan telepon selularnya, Senin 11 Mei 2026.
Selain faktor kedekatan keluarga, tawaran posisi sebagai Tenaga Ahli menjadi salah satu nilai tawar (bargaining power) yang membuatnya mempertimbangkan serius tawaran tersebut. Ia merasa lebih dihargai karena banyaknya tokoh PAN yang secara kompak memintanya bergabung, mulai dari Andi Yuliani Paris, Ashabul Khafi, hingga Irfan AB.
Status di PPP dan Masa Transisi
Meskipun rencana kepindahannya sudah santer terdengar, Andi Nurhidayati menegaskan bahwa secara administratif dirinya masih berstatus sebagai kader dan pengurus PPP. Ia menjabat sebagai pengurus PPP Provinsi sekaligus Ketua Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Sulawesi Selatan.
Andi Nurhidayati telah berkomunikasi langsung dengan Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, terkait niatnya tersebut.
Masa Tenggang: Ia meminta waktu 2 hingga 3 bulan untuk menyelesaikan tanggung jawab moralnya di PPP sebelum resmi mengundurkan diri.
Pengalihan Basis Massa: Ia berencana membawa sekitar 70% basis masanya di Soppeng untuk mendukung PAN di bawah komandonya nanti.
Menunggu SK Resmi: Ia menegaskan tidak akan mendeklarasikan diri secara resmi sebelum Surat Keputusan (SK) sebagai Tenaga Ahli dari PAN diterbitkan.
Respons Internal PPP
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, dikabarkan sempat terkejut dengan kabar tersebut. Namun, Andi Nurhidayati memastikan bahwa komunikasi antar keduanya tetap berjalan baik dan ia ingin keluar dari partai dengan cara yang terhormat setelah semua urusan internal selesai.
Langkah Andi Nurhidayati ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan politik di Soppeng pada pemilu mendatang, mengingat pengaruhnya yang cukup signifikan dalam memobilisasi massa di tingkat akar rumput.