Keberhasilan Strategis: Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Sidrap Turun hingga 0,94 Persen

JELAJAH.CO.ID, Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali membuktikan taringnya dalam pembangunan sosial. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Bumi Nene Mallomo sukses menekan angka kemiskinan ekstrem hingga menyentuh angka 0,94 persen.

​Capaian ini menempatkan Kabupaten Sidrap sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi salah satu yang terbaik di Regional Pulau Sulawesi.

​Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren penurunan di Sidrap terbilang sangat impresif. Pada tahun 2024, angka kemiskinan ekstrem berada di angka 1,57 persen. Artinya, dalam kurun waktu satu tahun, Pemkab Sidrap berhasil melakukan penurunan signifikan sebesar 0,63 persen.

Baca Juga:  Makassar dan Jepang Perkuat Kerja Sama: Fokus pada Pengelolaan Sampah hingga Pertukaran Pelajar

Formula Sukses: Pertanian, UMKM, dan Integrasi Program

​Keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga di bawah 1 persen ini tidak lepas dari kepemimpinan kolaboratif Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif. Pemkab Sidrap secara konsisten mengintegrasikan berbagai program strategis yang langsung menyentuh akar rumput.

​Beberapa langkah kunci yang menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat Sidrap meliputi:

​Optimalisasi Sektor Pertanian: Memperkuat posisi Sidrap sebagai lumbung pangan dengan program yang berpihak pada petani.

​Pemberdayaan UMKM: Membuka kran ekonomi baru melalui stimulus bagi pelaku usaha lokal.

​Perlindungan Sosial Tepat Sasaran: Memastikan bantuan dan jaminan sosial jatuh ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan.

​Pemerataan Infrastruktur: Membuka aksesibilitas ekonomi dari desa ke kota demi kelancaran roda komoditas.

Baca Juga:  Sidrap Raih Dua Penghargaan Soal Penurunan Stunting

Komitmen Bupati Sidrap: Bukan Sekadar Angka Statistik

​Merespons pencapaian luar biasa ini, Bupati H. Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa penurunan angka ini merupakan representasi nyata dari perubahan taraf hidup masyarakat, bukan sekadar deretan angka di atas kertas.

​”Penurunan kemiskinan ekstrem ini adalah bukti bahwa pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Syaharuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat 26 Juni 2026.

Kawinkan Prestasi Kemiskinan dan Penurunan Stunting

​Prestasi ini semakin memperpanjang daftar apresiasi nasional bagi Kabupaten Sidrap. Sebelumnya, kerja keras jajaran Pemkab Sidrap juga membuahkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI sebagai Kabupaten Terbaik I Regional Sulawesi dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Baca Juga:  Pemkab Sidrap dan Petani Desa Lise Bersinergi Kawal Swasembada Pangan

​Keberhasilan mengawinkan dua indikator penting ini — penanggulangan kemiskinan dan kesehatan masyarakat (stunting) — membuktikan bahwa arah pembangunan di Kabupaten Sidrap telah berjalan secara inklusif, merata, dan berkelanjutan.

​Dengan rekam jejak ini, Sidrap semakin mempertegas posisinya sebagai kiblat pembangunan daerah yang pro-rakyat di Indonesia Timur.

Komentar Anda
Berita Lainnya