Yusuf Ritangnga Pindah ke Gerindra, NasDem Enrekang: Kami Santai, Tidak Pengaruhi Struktur

JELAJAH.CO.ID,Makassar — Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Enrekang, Asman, menanggapi santai kepindahan Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga, ke Partai Gerindra. Ia menegaskan kepindahan tersebut tidak membawa dampak signifikan terhadap internal maupun struktur partai besutan Surya Paloh itu di daerah.

Menurut Asman, dinamika politik tersebut tidak mengganggu operasional NasDem karena nama Yusuf Ritangnga memang sudah tidak terdaftar dalam kepengurusan DPD NasDem Enrekang saat ini.

“Kalau kondisi hari ini ya kita masih santai saja, karena tidak mempengaruhi struktural sebab memang (Yusuf Ritangnga) sudah tidak masuk di struktural pengurus DPD yang ada sekarang. Semua berjalan seperti biasa,” ujar Asman, Senin 10 Agustus 2026.

Saat ditanya mengenai potensi dampak kepindahan tersebut terhadap perolehan suara NasDem pada Pemilu atau Pileg mendatang, Asman enggan berspekulasi lebih jauh. Menurutnya, tahapan dan regulasi pemilu mendatang belum dimulai, sehingga dampak pastinya belum dapat diukur.

Baca Juga:  Kunker ke Jeneponto, Komisi E DPRD Sulsel Bahas Pelunasan Utang BPJS

Ia optimis NasDem di Enrekang tetap memiliki akar rumput yang kuat. Hal itu dibuktikan dengan rekam jejak pertumbuhan partai yang dibangun dari nol hingga menjadi pemenang di Enrekang.

“NasDem pernah dari awal saya masuk, mulai dari verifikasi awal dari nol menjadi ada dan menjadi besar sampai hari ini,” tegasnya.

Pertumbuhan kekuatan politik NasDem di Enrekang tercatat terus melonjak signifikan dari pemilu ke pemilu:

Pemilu 2014: Memperoleh 3 kursi DPRD.

Pemilu 2019: Meningkat menjadi 5 kursi.

Pemilu 2024: Melonjak drastis hingga meraih 9 kursi dan merebut kursi Ketua DPRD Enrekang.

Menanggapi persiapan Pilkada mendatang serta dorongan bagi dirinya untuk maju bertarung, mantan Wakil Bupati Enrekang ini memilih untuk bersikap mengalir. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menuntaskan amanat rakyat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Nilai PSU Berdampak Pada Kerugian Keuangan Negara, Taufan Pawe: Persiapan Harus Matang, Hindari Kesalahan Kedua

“Belum bisa kita bicara (Pilkada) karena regulasinya saja belum jelas dan belum ada perintah partai. Perintah partai sekarang adalah bekerja saja untuk masyarakat sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan. Persoalan bagaimana ujungnya, nanti dilihat,” pungkasnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya