Foto Visum Bocor, Perasaan Ibu Selegram NR Hancur

JELAJAH.CO.ID, Makassar – Sri Rahayu ibu dari selegram NR menyebut jika perasaannya kini tengah hancur. Pasalnya, foto visum sang anak di RS Bhayangkara Makassar tersebar luas di media sosial.

“Perasaan saya hancur dan syok,”ujar Ayu kepada wartawan pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Dia pun menceritakan awal mula peristiwa tersebut. Pada saat saya diperiksa di Polrestabes Makassar terkait dengan laporan penyerobotan, saya mendengar langsung dari oknum polisi yang meyatakan bahwa saudara Candra adalah pencabut nyawa di Polisi yang bisa melakukan intervensi sehingga polisi bisa dimutasi atau dipindahkan kemana saja.

Sehingga saya ada kekhawatiran, kami akan diproses lebih lanjut, dapat dilihat dari proses lidik ke sidik oleh Polrestabes Makassar.

Baca Juga:  Tiga DPO Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Makassar Dicekal Keluar Negeri

Itulah sebabnya, kami segera meminta gelar khusus di Polda Sulsel.

Terkhusus Kepada bapak Kapolda Sulsel, secara pribadi saya mengucapkan terima kasih atas atensinya sehingga persoalan ini menjadi terang benderang.

Selanjutnya, pada saat kami melakukan laporan Polisi terkait TPKS (LP/B/734/VIII/2025/SPKT/POLDA SULAWES SELATAN), Polda Sulsel merekomendasikan untuk pemeriksaan visum di RS. Bhayangkara. Kemudian data visum tersebut, bocor ke publik. Yang menurut kami, pihak RS. Bhayangkara telah melanggar kode etik dan SOP karena telah tersebar luasnya foto pada saat pemeriksaan.

Pada saat itu, saya selaku orang tua korban sempat mempertanyakan, “Kenapa anak saya difoto dalam kondisi pemeriksaan seluruh badan? Saya semakin mempertegas menanyakan ” Dokter menjamin ini tidak keluar?”, Seorang pria yang disebut dokter menjawab kalau ini memang proses pemeriksaan dan menjamin foto tersebut tidak akan tersebar.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pelaku Pembuat Uang Palsu di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

“Dan beberapa hari kemudian, kami shock karena foto visum tersebut viral di media sosial. Seolah-olah ada desain sedemikian rupa untuk menyudutkan anak kami, yang diawali dengan munculnya rumor dan berita di beberapa media sosial yang menyebut anak kami berperilaku buruk. Yang polanya hampir sama seperti disetting atau direncanakan oleh seseorang yang memiliki motif untuk menyudutkan anak kami”.

Dan itu, kami curigai setelah muncul inisial anak kami “NR”, yang dimana inisial tersebut hanya menjadi panggilan khusus oleh saudara Candra kepada anak kami pada saat mereka masih bersama. Sehingga patut diduga, kemungkinan ada keterlibatan saudara Candra dapat melakukan intervensi serta dapat meng akses setiap proses pemeriksaan yang kami hadapi di Kepolisian. Karena memang konon katanya saudara Candra sangat dekat dengan petinggi Kepolisian baik di tingkat Polda maupun di Mabes Polri.

Baca Juga:  Polrestabes Makassar Musnahkan Narkoba Senilai Rp 19 Miliar

Akibat dari beredarnya foto visum tersebut, anak kami sudah tiga kali melakukan upaya percobaan bunuh diri karena mengalami gangguan mental dan psikologis.

Harapan kami, sebagai orang yang terzolimi. Kepada Bapak kapolri dan kapolda Sulsel, agar dapat memberi keadilan kepada kami. Karena ini ibarat semut melawan gajah. Dan saya percaya kepada pihak kepolisian dapat memberi keadilan kepada anak dan keluarga kami di tengah menipisnya kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.

Komentar Anda
Berita Lainnya