Komisioner KPU Sulsel Periode 2008-2013 Nusra Azis Tutup Usia

JELAJAH.CO.ID, Makassar – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun kabar duka menyelimuti dunia kepemiluan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Nusra Azis (48) berpulang ke Rahmatullah pada Ahad, 26 Oktober 2025.

Almarhumah menghembuskan napas terakhir di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tepatnya pada pukul 09.30 WITA.

Kabar duka ini dibenarkan sang ipar, Zubir. “Iye, tadi jam 9.30,” ucapnya kepada wartawan.

Zubir mengatakan, sebelum meninggal dunia, almarhumah sempat dirawat di RS KH Hayyung Kepulauan Selayar.

Karena kondisi yang terus menurun, ia kemudian dirujuk ke RS Wahidin Makassar.

“Sempat dirawat di Wahidin dari kemarin. Beliau dirujuk dari Selayar hari Sabtu,” jelasnya.

Baca Juga:  Di Balla Lompoa, Fadli Zon Beberkan Langkah Starategis Kementerian Kebudayaan

Rencananya, almarhumah akan disemayamkan lebih dahulu di rumahnya di Makassar.  Setelah itu, malam nanti jenazah akan dibawa ke Selayar untuk dimakamkan.

Zubir menuturkan, almarhumah sebelumnya mengidap penyakit serius.

“Beliau mengalami sakit, diagnosa dokter gejala kanker di bagian rahim, ada juga cairan di dalam organ perut,” ujarnya.

Rencananya, jenazah almarhumah akan dimakamkan di Selayar pada Senin, 27 Oktober 2025.

Profil Singkat Dr St Nusra Azis

Dr St Nusra Azis dikenal luas sebagai sosok perempuan tangguh dan berintegritas di dunia kepemiluan Sulsel.

Ia merupakan figur yang mengabdikan diri di bidang demokrasi, pendidikan politik, dan pemberdayaan masyarakat.

Lahir di Ujung, 18 Februari 1977, almarhumah menempuh pendidikan dasar di SDN Inpres No 87 Ujung Jampea (lulus 1989).

Baca Juga:  Andi Tenri Abeng Salangketo Pertanyakan Meningkatnya Angka Pengangguran di Sulsel

Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Benteng Selayar (lulus 1992).

Lalu SPP YP Lapawawoi Ujung Pandang (lulus 1995) pada bidang Peternakan.

Ia menamatkan studi S1 di Fakultas Pertanian Universitas 45 Makassar (2001).

S2 di Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Sistem-Sistem Pertanian, 2010).

S3 Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (2017).

Dalam kariernya, Nusra pernah menjabat:

TPD PEMP Kabupaten Selayar (2002–2003)

Anggota KPU Kabupaten Selayar (2003–2008)

Anggota KPU Provinsi Sulawesi Selatan (2008–2013)

Fasilitator BRIDGE (Building Resources in Democracy, Governance and Elections, 2010–sekarang)

Direktur Eksekutif FOKUS Pemilu (2013–2015)

Tenaga Ahli DPR RI (2014–2019)

Selain aktif di lembaga publik, almarhumah juga dikenal sebagai aktivis perempuan sejak masa kuliah.

Baca Juga:  Urai Antrean di TPA Antang, DLH Makassar Akan Lakukan Peremajaan Armada

Ia pernah menjabat di berbagai organisasi, antara lain:

Sekretaris Umum Himapet Universitas 45 (1997–1998)

Ketua Kohati Komisariat Eksakta Universitas 45 (1997–1998)

Ketua Bidang, Wakil Sekretaris, hingga Ketua Umum Kohati HMI Cabang Makassar (2000)

Anggota KAHMI Kabupaten Selayar (2006–2010)

Dewan Penasehat DPP Gempita Kepulauan Selayar (2014–2016)

Almarhumah meninggalkan seorang suami, Zulfinas Indra, dan dikenal sebagai putri dari pasangan Abd Azis Munri dan Hj Nadira.

Komentar Anda
Berita Lainnya