Dukungan Ganda di Musda Golkar Sulsel, Nasruddin Upel: Kewenangan DPP yang Menganulir

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Partai Golkar telah mengatur mengenai petunjuk pelaksana (Juklak) dukungan ganda yang dilakukan pengurus DPD II terhadap bakal calon ketua partai yang bertarung dalam

musyawarah daerah (Musda). Menurut Sekretaris Steering Committee (SC) Musda ke XI Partai Golkar Sulawesi Selatan, Nasruddin Upel mengatakan, soal dukungan ganda merupakan kewenangan DPP yang akan menganulir.

“Itu kewenangan DPP Partai Golkar dan forum musda,”ujar Upel saat dikonfirmasi melalui pesan whatsApp, Selasa 14 April 2026.

Lebih lanjut dia mengatakan, itu merujuk petunjuk pelaksana (juklak) 02/2025 yang mengatur hal itu.

“Jika ada dukungan ganda, bukan wewenang kami menganulir, tapi tugas kami sebatas memediasi,”ucapnya.

Hingga saat ini pun, pihaknya masih menunggu jadwal pendaftaran bakal calon ketua golkar Sulawesi Selatan dari Muhidin M Said sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel.

Baca Juga:  Usai Jalani Tes Kesehatan dan Pelantikan, Appi Siap Ikut Retret di Magelang

Adapun jumlah peserta di musda tersebut, masih dirundingkan SC maupun Organizing Committee (OC). “Jumlah peserta masih dirundingkan,”katanya.

Terpisah, Ketua OC Musda XI Golkar Sulawesi Selatan, Lukman B Kady (LBK) menambahkan jumlah peserta yang akan hadir sebanyak lima orang per kabupaten dari total 24 daerah. Itu artinya jika ditotalkan sekitar 120 orang.

Sedangkan lokasi musda, lanjut LBK direncanakan digelar di Hotel Claro. Namun demikian, dia masih menunggu kepastian tanggal musda.

“Selama ini memang kita sudah pernah order di Claro. Tapi kan tanggal pelaksanaan musda masih menunggu dari DPP,”ucapnya.

Dia pun berharap, Ketua Umum Bahlil Lahadalia dapat hadir langsung di musda. Sebab, musda ini merupakan musda terakhir dari partai golkar.

Baca Juga:  Maju di Musda Hanura Sulsel, Jack Sardes Siap Benahi Partai

“Kemarin saya ke Jakarta itu menghadiri halal bihalal di DPP bersama Pak Sekretaris, Pak Rahman Pina. Sekaligus mempertanyakan jadwal. Apalagi sempat beredar kalau musda tanggal 18 April. Itu belum final. Karena Pak Bahlil dampingi presiden keluar negeri. Diperikiran balik ke Indonesia tanggal 17 April.

Komentar Anda
Berita Lainnya