JELAJAH.CO.ID,Makassar — Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof drg Andi Marhamah, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) itu terpilih melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV yang digelar di The Rinra Hotel Makassar, Kamis malam, 16 April 2026.
Muswil tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum IKA Unair periode 2025–2030, Khofifah Indar Parawansa.
Kader NU itu hadir membuka jalan Muswil yang dirangkaiakan Ramah Tamah bersama puluhan pengurus dan alumni.
Prof Andi Marhamah ditetapkan sebagai ketua baru IKA Unair Sulsel menggantikan Prof Heri Tahir yang telah memimpin organisasi selama dua periode.
Prof Heri Tahir menilai kehadiran Khofifah Indar Parawansa menjadi momen istimewa bagi Sulsel.
Ia menyebut Khofifah bukan sosok asing bagi masyarakat Sulsel karena memiliki hubungan historis dan kultural yang erat dengan daerah tersebut.
Suami Khofifah Indar Parawansa diketahui berasal dari keluarga besar Parawansa.
Tra Parawansa adalah salah satu trah terpandang di Sulsel yang memiliki akar sosial dan budaya kuat di daerah itu.
Dalam berbagai kesempatan, Khofifah juga kerap kembali ke Makassar untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar suaminya.
“Sebuah kehormatan bagi kita orang Sulsel, ini spesial karena satu-satunya Muswil yang dihadiri oleh Ketua Umum sekaligus Gubernur Jatim. Dan Bu Khofifah bukanlah orang asing bagi Sulsel,” ujar Prof Heri.
Selama masa kepemimpinannya, Prof Heri menjelaskan bahwa IKA Unair Sulsel banyak berfokus pada program sosial yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pemberdayaan kaum dhuafa, kunjungan ke panti asuhan, hingga pemberdayaan anak-anak kurang mampu di berbagai daerah di Sulsel.
Menurutnya, program tersebut dilaksanakan secara berkala setiap tahun dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, meski masih banyak sektor sosial yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
“Program yang selama ini menonjol kita lebih banyak fokus ke program sosial, seperti pemberdayaan kaum dhuafa dan sebagainya. Itu hampir secara berkala setiap tahun kami lakukan, seperti kunjungan ke panti asuhan dan pemberdayaan anak-anak yang kurang mampu,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan bahkan dikembangkan oleh kepengurusan baru. “Karena setelah kami jalankan, ternyata masih banyak organisasi sosial yang membutuhkan sentuhan-sentuhan,” tambahnya.
Prof Heri juga menyampaikan keyakinannya bahwa Prof Andi Marhamah mampu melanjutkan dan mengembangkan program-program tersebut.
“Saya yakin Prof Andi Marhamah punya jiwa untuk mengembangkan hal-hal yang kita inginkan, dan saya kira akan lebih bagus lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKA Unair Sulsel terpilih, Prof Andi Marhamah, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga meminta dukungan dan arahan dari kepemimpinan sebelumnya agar program organisasi dapat terus berjalan dengan baik.
“Sebetulnya saya masih berharap beliau (Prof Heri) melanjutkan, tetapi beliau meminta saya untuk melanjutkan. Saya mohon tetap dibimbing agar program yang sudah baik ini bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.
Khofifah Indar Parawansa turut mengapresiasi jalannya Muswil IKA Unair Sulsel yang berlangsung lancar, tertib, dan sukses. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih serta apresiasi kepada Prof Heri Tahir.
“Ini Muswil IKA Unair Sulsel yang berjalan baik. Prof Heri Tahir telah menuntaskan tugasnya, dan kini dilakukan refreshment organisasi dengan terpilihnya Prof Andi Marhamah secara aklamasi,” kata Khofifah.
Ia menilai proses suksesi tersebut mencerminkan soliditas dan kedewasaan organisasi alumni dalam menjaga keberlanjutan program kerja.
“Ini menunjukkan bahwa alumni-alumni Unair memiliki soliditas yang baik,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah Indar Parawansa juga menekankan penguatan kolaborasi dan program sosial alumni ke depan agar memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan serta mengembangkan program pengabdian, khususnya di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Harapannya tentu program-program yang sudah baik bisa terus dilanjutkan dan diperluas manfaatnya,” pungkasnya