Jelang Musda Demokrat Sulsel: Stabilitas vs Regenerasi Jadi Sorotan

Makassar — Wacana kelayakan Ni’matullah memimpin Partai Demokrat Sulawesi Selatan kembali mengemuka. Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, menilai perdebatan ini lahir dari dua perspektif utama yang berkembang di internal partai dan kalangan pengamat politik.

Ni’matullah Jaga Stabilitas dan Konsolidasi Partai

Di satu sisi, sejumlah pihak masih menilai Ni’matullah layak melanjutkan kepemimpinan. Ia mampu menjaga stabilitas partai di tengah dinamika politik yang terus berubah.

Selain itu, Ni’matullah memanfaatkan pengalaman panjangnya untuk membaca anatomi politik Sulawesi Selatan dan memperkuat jejaring. Ia juga berhasil menjaga konsolidasi internal partai tetap solid.

Bahkan, ia memastikan Demokrat Sulsel tetap patuh pada instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk saat menghadapi isu dualisme partai di tingkat nasional.

Baca Juga:  Menko Infrastruktur - Pemkot Makassar Sepakat Maksimalkan Kapasitas Pengolahan Limbah di IPAL Losari

Regenerasi Dorong Inovasi dan Rebut Pemilih Muda

Namun demikian, di sisi lain, kader dan pengamat mendorong regenerasi kepemimpinan. Mereka menilai perubahan demografi pemilih yang didominasi milenial dan Gen Z menuntut pendekatan baru.

Oleh karena itu, partai perlu menghadirkan figur dengan gaya komunikasi yang lebih segar serta mampu memanfaatkan teknologi kampanye digital.

Di samping itu, sebagian pihak mengkritik perolehan kursi legislatif yang cenderung stagnan. Mereka menilai partai membutuhkan energi baru untuk meningkatkan elektabilitas.

Kaderisasi Sehat Perkuat Daya Saing Partai

Lebih lanjut, Nurmal menegaskan bahwa regenerasi mencerminkan kaderisasi yang sehat. Partai harus memberi ruang kepada kader muda untuk berkembang dan berkontribusi.

Baca Juga:  Idrus Marham Tegaskan Golkar Dukung Penuh Diplomasi Bebas Aktif Prabowo di AS

Dengan demikian, Demokrat Sulsel dapat menjaga dinamika organisasi sekaligus memperkuat daya saing politik di masa depan.

DPC dan DPP Tentukan Arah Kepemimpinan

Sementara itu, pemilik suara di tingkat DPC bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) akan menentukan arah kepemimpinan partai.

Jika partai mengutamakan stabilitas di tengah tensi politik, Ni’matullah menjadi pilihan yang aman. Sebaliknya, jika partai ingin memperluas basis dukungan dan melakukan modernisasi, regenerasi menjadi langkah yang relevan.

Demokrat Sulsel Cari Titik Seimbang

Pada akhirnya, Demokrat Sulsel perlu menemukan keseimbangan antara pengalaman dan inovasi. Partai harus mempertahankan kekuatan kader senior sekaligus membuka ruang luas bagi generasi muda.

Dengan langkah itu, Demokrat Sulsel dapat tetap adaptif, kompetitif, dan relevan di tengah perubahan lanskap politik.

Komentar Anda
Berita Lainnya