Puluhan Calon Ketua DPC PKB Sulsel Terancam Gugur UKK Tahap Pertama

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Puluhan bakal calon Ketua DPC PKB se-Sulawesi Selatan terancam gugur mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Sebab dari total 110 kandidat hanya 44 kader yang mengikuti tes tahap pertama tersebut di MaxOne Hotel Makassar, Kamis 23 April 2026.

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menuturkan UKK yang dilaksanakan merupakan pintu utama dalam menyaring kandidat terbaik secara objektif. Dengan demikian, hanya kader yang benar-benar siap dan memenuhi kriteria yang dapat melangkah lebih jauh.

“Pada tahap awal, penilaian difokuskan pada asesmen karakter dan watak. Proses ini mencakup kemampuan kepemimpinan, ketahanan menghadapi tekanan, serta kesiapan memikul tanggung jawab,” ujar Azhar kepada awak media.

“Potensi kader dipetakan sejak dini. Selanjutnya, hasil asesmen menjadi dasar untuk pendalaman pada tahap fit and proper test,” tambahnya.

Baca Juga:  Menuju Pemilu 2029, PKB Sulsel Siapkan Dana Saksi Lebih Awal

Azhar Arsyad menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan terukur. Meski tidak ada yang langsung gugur dari sisi penilaian awal, kehadiran tetap menjadi syarat mutlak.

“Ketidakhadiran dianggap sebagai bentuk tidak bersedia mengikuti proses, sehingga langsung kami gugurkan, kecuali bagi mereka yang memiliki alasan kuat,”tegasnya.

Oleh karena itu, hanya kader yang mengikuti seluruh tahapan yang dapat terus bersaing dalam seleksi ini.

Ia menegaskan bahwa UKK menjadi pintu utama dalam menyaring kandidat terbaik secara objektif. Dengan demikian, hanya kader yang benar-benar siap dan memenuhi kriteria yang dapat melangkah lebih jauh.

Asesmen Karakter Jadi Penilaian Awal

Pada tahap awal, penilaian difokuskan pada asesmen karakter dan watak. Proses ini mencakup kemampuan kepemimpinan, ketahanan menghadapi tekanan, serta kesiapan memikul tanggung jawab.

Baca Juga:  Azhar Arsyad Ingatkan Kepala Daerah Terpilih Tepati Janji Politiknya

Melalui tahapan ini, potensi kader dipetakan sejak dini. Selanjutnya, hasil asesmen menjadi dasar untuk pendalaman pada tahap fit and proper test.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan terukur. Meski tidak ada yang langsung gugur dari sisi penilaian awal, kehadiran tetap menjadi syarat mutlak.

“Ketidakhadiran dianggap sebagai bentuk tidak bersedia mengikuti proses, sehingga langsung kami gugurkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, hanya kader yang mengikuti seluruh tahapan yang dapat terus bersaing dalam seleksi ini.

Sementara itu, Sekretaris PKB Sulsel, Muhammad Haekal mengungkapkan bahwa psikotes dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni tes tulis pada pagi hari dan in-depth interview pada siang hari oleh tim psikolog dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Metode ini digunakan untuk menggali kemampuan dan karakter kader secara lebih mendalam. Meski demikian, terdapat beberapa peserta yang berhalangan hadir akibat benturan jadwal kedewanan.

Baca Juga:  PKB Bakal Cetak Kader Militan 24 Daerah di Sulsel

Namun demikian, tim psikologi masih akan mempertimbangkan kemungkinan tes susulan bagi peserta yang memiliki alasan kuat, termasuk yang tengah menjalankan tugas kedinasan.

“Para kader yang telah mengikuti UKK akan melanjutkan ke tahap wawancara bersama tim DPP pada 29 April, di kantor DPW PKB Sulsel, hasil psikotes akan didalami sekaligus membahas kontrak kinerja,” tuturnya.

Kontrak tersebut mencakup rencana program kerja selama lima tahun ke depan apabila terpilih. Dengan demikian, fokus penilaian tidak hanya pada kapasitas, tetapi juga komitmen dan kesiapan 44 Kader PKB Sulsel Ikuti UKK, perebutan kursi ketua DPC kian mengerucut

Komentar Anda
Berita Lainnya