JELAJAH.CO.ID,Makassar – Bendahara Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Imam Fauzan, blak-blakan mengenai kondisi terkini internal partainya pascarekonsiliasi. Ia mengakui bahwa persatuan antara kubu Muhamad Mardiono dan kubu Taj Yasin Maimoen belum sepenuhnya kokoh.
Meski demikian, Imam menegaskan bahwa dinamika tersebut tidak mengganggu operasional partai. Menurutnya, fokus utama PPP saat ini adalah mempersiapkan strategi besar demi menghadapi tantangan Pemilu 2029 yang diprediksi akan jauh lebih berat.
Soliditas Sebagai Harga Mati
Imam menekankan bahwa persatuan pengurus adalah syarat mutlak jika PPP ingin kembali meraih kursi di DPR RI (Senayan).
“Pikiran saya kami harus solid, karena tantangan kami untuk Pemilu 2029 itu lebih berat dibanding pemilu barusan. Kalau kami tidak solid, mustahil kami bisa lolos ke Senayan,” ujar Imam kepada awak media di Makassar, Sabtu 25 April 2026.
Menepis Isu Keretakan Jabatan Sekjen
Terkait rumor yang beredar mengenai desakan pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) akibat ketidakaktifan, Imam menepis isu tersebut. Ia menyatakan bahwa wacana pergantian tidak pernah masuk dalam agenda prioritasnya.
Ia mengakui memang ada sejumlah nama besar yang belum aktif kembali dalam kegiatan partai, di antaranya: Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Agus Suparmanto (Wakil Ketua Umum), dan Rusman Yaqub (Wakil Bendahara)
”Saya sangat berharap beliau-beliau bisa segera aktif dan duduk bersama kami untuk mempersiapkan PPP menghadapi Pemilu 2029,” tambahnya.
Administrasi Tetap Berjalan
Meski beberapa pengurus inti belum aktif, Imam menjamin roda organisasi tidak terhambat. Ia menjelaskan bahwa mekanisme internal partai telah mengantisipasi kondisi tersebut. Secara aturan, jika Sekjen berhalangan hadir, maka tugas administratif seperti penandatanganan SK atau surat resmi dapat dilakukan oleh Wakil Sekjen (Wakasekjen).
Ia juga memastikan komunikasi personal dengan tokoh-tokoh seperti Gus Yasin masih terjalin dengan baik melalui jalur pribadi maupun WhatsApp.
Target Kembali ke Senayan
Menutup keterangannya, Imam mengimbau seluruh kader untuk tidak terjebak dalam isu internal yang tidak produktif. Fokus partai saat ini adalah melengkapi kepengurusan sesuai AD/ART dan memperkuat struktur hingga ke akar rumput.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kami bisa semakin solid. Target kami jelas, kembali ke Senayan pada 2029,” pungkasnya.