Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Efektif Dongkrak UMKM dan Gizi Siswa

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak positif, baik bagi kesehatan peserta didik maupun pergerakan ekonomi lokal di sektor UMKM.

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pentingnya pemahaman aturan secara menyeluruh oleh seluruh pihak terlibat. “Masih banyak teman-teman yang membaca aturan sepotong-sepotong. Padahal, jika kita mengikuti aturan MBG dengan konsisten, tidak akan ada masalah,” ujar Anggota DPRD Sulsel, Patudangi pada Senin 11 Mei 2026.

Keseragaman pandangan dinilai menjadi kunci agar pengelolaan dapur umum tidak mengalami kendala atau catatan administratif yang berujung pada suspensi.

Dampak Nyata pada Fisik Siswa

Keberhasilan program ini salah satunya terlihat dari peningkatan kondisi fisik siswa yang menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Berdasarkan laporan lapangan dari tim distribusi, terdapat perubahan fisik yang signifikan pada anak-anak.

Baca Juga:  MAN 3 Makassar Dihebohkan, Siswa Temukan Ulat di Menu MBG

“Laporan dari sopir saya, anak-anak yang menerima makanan ini ada peningkatan (berat badan). Katanya celana mereka sudah mulai sempit,”tutur politisi dari Partai Gerindra ini.

Bahkan, antusiasme siswa terhadap program ini sangat tinggi. Para guru melaporkan bahwa siswa kini lebih aktif menagih waktu makan jika terjadi keterlambatan distribusi akibat kendala cuaca atau teknis di perjalanan.

Geliat Ekonomi UMKM Menengah ke Bawah

Selain pemenuhan gizi, program MBG terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM menengah ke bawah. Permintaan bahan pangan yang melonjak menyebabkan kenaikan harga komoditas di tingkat pasar, yang menandakan tingginya serapan produk lokal.

Dicontohkan, harga telur yang semula berada di kisaran Rp46.000 kini naik menjadi Rp54.000. Begitu pula dengan komoditas ayam yang melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per ekor. Kenaikan ini dipandang sebagai indikator positif bagi para peternak dan pedagang kecil yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.

Baca Juga:  Bangun Makassar Religius, Wali Kota Munafri Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Untuk menjaga kualitas, pengawasan ketat tetap dilakukan di lapangan. Setiap kendala distribusi, terutama saat cuaca buruk, ditangani langsung oleh sopir dan Asisten Lapangan (Aslap) untuk memastikan hak makan anak-anak tetap terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan.

Komentar Anda
Berita Lainnya