Direktur CRC Beberkan Modal Politik 3 Poros Utama Calon Ketua Golkar Sulsel

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi bakal menjadi salah satu panggung politik paling dinamis tahun ini. Pengamat politik sekaligus Direktur Celebes Research Center (CRC), Saiful Bahri, menilai momentum ini bukan sekadar ajang perebutan kursi ketua, melainkan sebuah persimpangan strategis bagi arah politik Beringin Sulsel menuju Pemilu 2029.

​Menurut Saiful, dari deretan figur yang mencuat, terdapat tiga nama yang memiliki modal politik paling menonjol: Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Munafri Arifuddin (Appi), dan Andi Ina Kartika Sari. Uniknya, ketiganya membawa watak kepemimpinan yang bertolak belakang.

​”Kontestasi ini sesungguhnya bukan sekadar adu popularitas, melainkan pertarungan tiga model kepemimpinan,” ujar Saiful Bahri dalam analisisnya, Rabu 1 Juli 2026.

3 Poros Kekuatan dan Karakter Pemimpin

Baca Juga:  Danny Pomanto Hadiri Penetapan Munafri-Aliyah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih di DPRD Makassar

​Saiful membedah secara rinci keunggulan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing figur:

​1. Ilham Arief Sirajuddin (IAS): Jaminan Pengalaman dan Jejaring

IAS dinilai sebagai figur dengan jam terbang politik paling panjang. Bermodal pengalaman dua periode memimpin Kota Makassar dan pernah bertarung di Pilgub Sulsel, IAS memiliki akar rumput yang loyal.

​Keunggulan: Kemampuan konsolidasi yang matang dan pemahaman mendalam terhadap peta elektoral Sulsel.

​Tantangan: Harus membuktikan mampu membawa formulasi baru yang relevan dengan pemilih masa kini, serta menjawab variabel perjalanannya yang sempat berada di luar Golkar.

​2. Munafri Arifuddin (Appi): Simbol Regenerasi dan Manajerial Modern

Berlatar belakang pengusaha dan kini menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Appi merepresentasikan model kepemimpinan modern yang berorientasi pada tata kelola profesional dan efisiensi hasil.

Baca Juga:  Tanpa Taufan Pawe, Munafri–Muhidin Bertemu di Makassar, Golkar Sulsel Konsolidasi Barisan

​Keunggulan: Memiliki momentum politik yang kuat sebagai kepala daerah di ibu kota provinsi untuk mendongkrak citra partai.

​Tantangan: Menguji kemampuan manajerialnya untuk merengkuh dan mengonsolidasikan jaringan organisasi Golkar yang sangat luas hingga ke tingkat desa.

​3. Andi Ina Kartika Sari: Legitimasi Kaderisasi Murni

Berbeda dari dua rivalnya, Bupati Barru sekaligus mantan Ketua DPRD Sulsel ini merupakan produk asli dari proses kaderisasi internal Golkar.

​Keunggulan: Memiliki legitimasi moral yang kuat di mata pemilik suara yang menjunjung tinggi kultur dan nilai kaderisasi partai.

​Tantangan: Bagaimana mengonversi kekuatan struktural internal partai menjadi daya tarik elektoral yang lebih luas di mata publik.

Menentukan Arah Baru Golkar Sulsel

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, Appi Kibarkan Semangat Ilmu dan Empati Gantikan Bambu Runcing

​Direktur CRC ini menegaskan bahwa hasil Musda nanti akan sangat bergantung pada kebutuhan mendesak para pemilik suara (DPD II) di daerah.

​Jika Golkar Sulsel memprioritaskan konsolidasi cepat lewat figur senior, maka IAS adalah jawabannya. Namun, jika orientasinya adalah peremajaan dan modernisasi citra partai, Appi menjadi alternatif kuat. Sementara itu, jika fokus utamanya adalah menjaga soliditas internal dan merawat marwah kaderisasi, Andi Ina memiliki argumen yang paling relevan.

​”Siapa pun yang terpilih, tantangan terbesar ketua baru bukan hanya memenangkan kontestasi internal di Musda, melainkan menyatukan seluruh energi yang terserak agar Golkar tetap menjadi episentrum kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan,” pungkas Saiful.

Komentar Anda
Berita Lainnya