Kisah Inspiratif Ranu Harapan Islamic School: Dari Ruangan Tunggal hingga Sekolah Internasional di Maros

JELAJAH.CO.ID,Makassar– Perjalanan panjang dan berliku mewarnai tumbuh kembang Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Berawal dari kondisi serba terbatas dengan hanya memiliki satu ruangan kelas dan masa depan yang sempat dinilai tidak jelas, lembaga pendidikan ini kini bertransformasi menjadi salah satu sekolah islam terkemuka yang melahirkan lulusan-lulusan berprestasi.

​Pendiri Ranu Harapan Islamic School Muhammad Ramli Rahim mengisahkan bagaimana awal mula sekolah ini berdiri. Pada masa-masa awal, impian untuk membangun sebuah sekolah besar terasa sangat semu. “Namun, titik balik terjadi saat lima orang siswa pertama, termasuk anak kandung sang pendiri sendiri, mulai belajar bersama,”ujar Ramli kepada peserta Wisuda Tahfidz Quran Ranu Harapan Islamic School Tahun 2026, Jumat 17 Juli 2026.

Melahirkan Generasi Emas ber-IQ Tinggi

​Meski mengawali pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas, kelima alumni pertama Ranu Harapan terbukti mampu menorehkan prestasi gemilang dan menembus berbagai institusi pendidikan serta dunia kerja elite, di antaranya:

​Alumni Pertama: Berhasil lolos seleksi ketat di Sekolah Menengah Analisis Kimia (SMAK) dan kini telah langsung diserap oleh dunia kerja.

Baca Juga:  MRR Gandeng IAI Gelar Desain Sayembara AAS Islamic International School

​Alumni Kedua (Aji): Menunjukkan bakat luar biasa di bidang matematika saat menempuh pendidikan di SMK Negeri 5 Makassar (STM Pembangunan) dan kini telah sukses bekerja.

​Alumni Ketiga: Melanjutkan pendidikan ke Politeknik Pariwisata Makassar.

​Alumni Keempat & Kelima: Berhasil menembus jurusan bergengsi di Universitas Hasanuddin (Unhas), masing-masing di Jurusan Teknik Sipil dan Fakultas Psikologi.

​Putri Pendiri Sekolah: Yang kerap dijuluki sebagai “kelinci percobaan” sistem pendidikan Ranu Harapan, saat ini tengah menempuh KKN Profesi di Kabupaten Barru sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

​Keberhasilan para alumni pertama yang belajar di tengah banjir saat sekolah masih berlokasi di Jalan Gagak ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Mengubah Hotel Menjadi Sekolah dan Menolak Jadi “Pilihan Terakhir”

​Seiring berjalannya waktu, Ranu Harapan mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 2021, pihak yayasan mengambil langkah berani dengan membeli Hotel Pondok Meranti dan menyulapnya menjadi gedung sekolah yang representatif. Langkah ini menjadikannya salah satu dari sedikit sekolah di Makassar yang memanfaatkan bekas gedung hotel sebagai tempat belajar mengajar.

Baca Juga:  Kisah Hajrah Adayanti, Tujuh Tahun Bermitra dengan Renu Harapan Islamic School

​Dalam strategi pendidikannya, Ranu Harapan berkomitmen kuat untuk menerapkan diferensiasi dan keunggulan yang tidak dimiliki oleh sekolah negeri maupun swasta lainnya. Sekolah ini menolak untuk menjadi “pilihan terakhir” bagi siswa yang tidak diterima di sekolah lain. Terbukti, dalam tiga tahun terakhir, Ranu Harapan selalu menutup gerbang pendaftarannya jauh sebelum sekolah-sekolah lain membuka pendaftaran siswa baru karena kuota yang langsung terpenuhi.

​Selain keunggulan akademik, sekolah ini juga memegang teguh nilai sosial. Pihak yayasan menegaskan bahwa khusus untuk anak yatim yang bersekolah di Ranu Harapan Islamic School, seluruh biaya pendidikan dibebaskan sepenuhnya alias gratis Rp0, tanpa terkecuali.

Ekspansi ke Maros: Menghadirkan Ranu Harapan Islamic International Boarding School

Baca Juga:  Sidak Sekolah, Appi Akan Lakukan Penataan Gedung SD Mattoangin

​Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Sulawesi Selatan kembali berembus setelah Ranu Harapan mendapatkan kucuran dana bantuan sebesar Rp6,1 hingga Rp6,2 miliar dari Kementerian Pendidikan. Berkat dukungan tersebut, saat ini telah resmi berdiri Ranu Harapan Islamic International Boarding School yang berlokasi di Kabupaten Maros.

​Sekolah dengan sistem berasrama (boarding school) ini mengadopsi kurikulum internasional dengan metode pembelajaran yang unik. Pada tiga bulan pertama, para siswa baru akan difokuskan secara penuh untuk melewati program akselerasi kemampuan berbahasa Inggris hingga fasih bercakap-cakap. Setelah masa transisi tiga bulan tersebut selesai, mata pelajaran reguler seperti matematika, biologi, dan fisika barulah diajarkan dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utamanya.

​Dengan fasilitas gedung mewah ber-AC dan sistem asrama modern, Ranu Harapan optimistis para anak didiknya kelak tidak hanya mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dalam negeri, tetapi juga siap bersaing di kancah universitas top dunia.

Komentar Anda
Berita Lainnya