Serap Aspirasi Warga Mamajang, Legislator Sulsel dan Makassar Siap Kawal Drainase hingga Bantuan KTA Binaan

JELAJAH.CO.ID,Makassar –  Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menggelar kegiatan Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel di Jalan Kakatua 3 No. 33 A, Kelurahan Pa’batang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Ahad 23 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri warga setempat yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai kendala wilayah, mulai dari infrastruktur lingkungan hingga layanan dasar.

​Dalam sesi dialog, salah seorang warga RW 02 Kakatua, Siti Rohaidah, menyampaikan sejumlah keluhan mendesak. Ia mengusulkan pengadaan fasilitas pemilahan/penampungan sampah (TEBA) serta pemasangan CCTV di area rawan seperti Kakatua 2 (RT 1 RW 2), yang menjadi akses alternatif lintas kelurahan. Selain itu, masalah luapan drainase di sepanjang Jalan Kakatua Raya saat musim hujan juga menjadi perhatian utama warga.

Baca Juga:  Jelajah Sampah Menyambangi 14 Kecamatan, DLH Makassar Perkuat Gerakan Pilah dari Sumber

​Menjawab keluhan drainase, Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar untuk mendorong pengerukan dan normalisasi saluran air dari area Cendrawasih hingga Kakatua.

​Mengenai pengadaan CCTV, Andi Makmur meminta pemerintah kelurahan dan warga segera menentukan titik lokasi beserta koordinat pastinya agar dapat diteruskan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar. Sementara terkait pengelolaan sampah, Pemkot Makassar saat ini tengah memetakan kebutuhan tempat penampungan di tiap kelurahan seiring program pemilahan sampah dari rumah tangga.

​Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo, memaparkan komitmen pelayanan bagi warga melalui program Kartu Tanda Anggota (KTA) Binaan PKB. Program ini dirancang untuk memastikan konstituen mendapatkan jaminan pengawalan pada sektor-sektor vital.

Baca Juga:  Wali Kota Munafri Sambut Program Profiling Disabilitas untuk Makassar Inklusif

​Di bidang pendidikan, pihak partai memastikan anak-anak warga binaan tetap bersekolah atau difasilitasi ujian kesetaraan jika sempat putus sekolah. Di bidang kesehatan, pendampingan akan diberikan bagi warga yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Warga yang memiliki usaha juga akan didukung melalui bantuan peralatan maupun modal kerja UMKM.

​Selain itu, Fauzi menambahkan bahwa program bantuan rutin bulanan untuk Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) dan Posyandu terus berjalan. Warga yang membutuhkan sarana seperti mushaf, alat pengajar, kipas angin, hingga timbangan Posyandu diimbau untuk mencatat kebutuhan tersebut tanpa prosedur proposal yang rumit.

Komentar Anda
Berita Lainnya