JELAJAH.CO.ID,Makassar – Warga RW 007 Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, menggelar Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Jalan Toddopuli 1, Jumat malam 28 Agustus 2026. Mengusung tema “Satu Warga, Satu Keluarga, Satu Kebersamaan”, kegiatan ini berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai perlombaan, atraksi seni budaya, hingga penyerahan hadiah menarik.
Lurah Kassi-Kassi, Aditya Zulkarnaen, memanfaatkan momentum Pesta Rakyat tersebut untuk memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kota Makassar. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah wacana pembebasan retribusi sampah bagi masyarakat berpenghasilan tertentu pada tahun depan.
”Bapak Wali Kota Makassar telah merencanakan mulai tahun depan retribusi sampah untuk pengguna listrik KWH 1300 akan digratiskan. Oleh karena itu, saya meminta warga yang hadir malam ini untuk aktif melapor dan mendaftarkan diri ke Ketua RT/RW masing-masing agar terdata dengan baik,” ujar Aditya dalam sambutannya.
Selain masalah persampahan, Lurah Kassi-Kassi juga mengimbau warga yang belum tercover dalam program jaminan kesehatan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) untuk segera melapor ke kantor kelurahan guna pendataan ulang oleh petugas.
Di samping pemaparan program pemerintah, Aditya turut mengapresiasi kerja keras panitia yang sukses menyajikan hiburan unik bagi warga, termasuk menghadirkan kembalinya becak tradisional serta menyiapkan hadiah utama berupa televisi.
Tradisi Prestasi dan Keberagaman Suku di RW 007
Kemeriahan acara ini tak lepas dari semangat kebersamaan warga RW 007 yang memiliki rekam jejak berprestasi. Ketua RW 007, Abdul Kadir, mengungkapkan bahwa wilayahnya baru saja menyabet Juara 1 Lomba Kebersihan tingkat kelurahan usai bersaing dengan 14 RW lainnya.
”RW 007 berhasil meraih juara pertama berkat keberhasilan dalam menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban administrasi RT/RW, pengelolaan urban farming (kebun RW), serta pengoptimalan Bank Sampah,” ungkap Abdul Kadir. Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi para Ketua RT dan warga untuk mempertahankan kekompakan serta kedisiplinan dalam mengawal program-program pemerintah kota.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI RW 007, Bimbim, menjelaskan bahwa tema “Satu Warga, Satu Keluarga, Satu Kebersamaan” diangkat untuk merekatkan kerukunan antarwarga yang datang dari berbagai latar belakang suku dan agama.
”Di lingkungan kami warga sangat beragam. Lewat perayaan ini, kami menyatukan semua perbedaan dalam semangat kekeluargaan. Salah satu wujudnya adalah penampilan tarian Etnis Nusantara yang dibawakan oleh Ibu-ibu PKK RW 007 dengan mengenakan pakaian adat Dayak, Bali, Sulawesi Selatan, NTT, hingga NTB,” jelas Bimbim.
Selain pentas seni budaya dan pembacaan doa, Pesta Rakyat ini diisi dengan pengumuman pemenang dari serangkaian lomba khas kemerdekaan yang telah digelar sebelumnya, seperti lari kelereng, lari karung, tiup bola pimpong, memasukkan paku ke dalam botol, hingga joget balon ibu-ibu. Panitia juga mengundang sejumlah pejabat dan tokoh daerah, termasuk Wakil Wali Kota Makassar dan Ketua DPRD Kota Makassar, untuk hadir menyemarakkan acara.