Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkot Makassar Pasok Air Bersih Hingga ke Lorong Pemukiman

JELAJAH.CO.ID,MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat penanganan dampak kekeringan dan keterbatasan akses air bersih di tengah musim kemarau panjang.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama sejumlah instansi terkait, pemerintah terus bergerak menyalurkan air bersih secara gratis langsung ke permukiman warga yang membutuhkan.

Operasi tersebut merupakan bagian dari Tanggap Darurat Bencana (TDB) BPBD Kota Makassar, dengan distribusi dilakukan oleh Tim TDB menggunakan armada operasional menuju titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lorong-lorong permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. Muh. Fadli Tahar mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk respons kemanusiaan pemerintah kota dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kondisi kekeringan.

“Ini adalah bantuan kemanusiaan, bagaimana kita membantu sesama. Air ini disalurkan oleh Tim TDB BPBD Kota Makassar kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Fadli, Jumat 25 September 2026

Berdasarkan data pembaruan distribusi air bersih BPBD Kota Makassar per 25 September 2026, operasi TDB telah menjangkau 8 kecamatan dan 62 kelurahan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, Makassar, Panakkukang, hingga Bontoala.

“Dalam pelaksanaannya, distribusi air yang kami lakukan secara berkala, pada 322 titik yang tersebar di delapan kecamatan. Kami salurkan air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” tutur Fadli.

Baca Juga:  Masih Suasana Idul Fitri, Pengunjung Padati Grand Waterboom Maros

Untuk mendukung mobilisasi air, sebanyak 25 unit kendaraan operasional (Ranops) dikerahkan. Armada tersebut terdiri atas 4 mobil pemadam kebakaran, 4 mobil tangki, 3 mobil pick up, serta 14 mobil dump truck.

Hingga hari inj, armada tersebut telah melakukan sebanyak 1.096 rit/trip pengiriman air bersih. Dari keseluruhan operasi TDB, volume air yang telah disalurkan mencapai 5.138.000 liter air bersih.

“Distribusi tersebut telah memberikan manfaat kepada sedikitnya 28.054 kepala keluarga (KK) atau sekitar 97.356 jiwa masyarakat Kota Makassar,” jelasnya.

Fadli menjelaskan, dalam operasi TDB, air bersih yang didistribusikan berasal dari dua sumber utama, yakni Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau sumur bor.

Dari total 5.138.000 liter air yang disalurkan melalui operasi TDB, sebanyak 4.500.000 liter bersumber dari PDAM, sedangkan 638.000 liter berasal dari SPAM.

Dengan demikian, Fadli menegaskan, perlu dibedakan antara distribusi air yang dilakukan langsung oleh PDAM kepada pelanggannya dengan distribusi air melalui operasi TDB BPBD.

Dalam skema pertama, PDAM melakukan pelayanan distribusi menggunakan sumber air PDAM yang diperuntukkan bagi pelanggan PDAM.

Sementara dalam skema kedua, Tim TDB BPBD menjadi pelaksana distribusi air bersih kepada masyarakat sebagai bagian dari respons tanggap darurat kekeringan.

“Air ini dibagikan kepada masyarakat secara gratis, terutama warga yang bukan pelanggan PDAM. Sumber air yang kami manfaatkan berasal dari PDAM dan SPAM,” ujarnya.

Baca Juga:  Disdik Makassar Bantah Ada Pemaksaan Pembelian Buku "Jelajah Hijau"

Menurutnya, air yang diperoleh dari sumber tersebut kemudian dimobilisasi menggunakan armada TDB menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Meski diprioritaskan bagi masyarakat nonpelanggan PDAM yang mengalami keterbatasan akses air bersih, dalam kondisi tertentu distribusi juga dapat diberikan kepada pelanggan PDAM yang membutuhkan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap situasi di lapangan.

“Jadi, masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM juga kami layani. Prinsipnya, kami melihat kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Fadli.

Dalam menjalankan operasi tersebut, BPBD tidak bekerja sendiri. TDB melibatkan kolaborasi lintas sektor, antara lain BPBD, Damkarmat, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah kecamatan, serta dukungan Kementerian PU Republik Indonesia.

“Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD, Damkarmat, PDAM, DLH, PMI Kota Makassar, serta Kementerian PU Republik Indonesia terus berkolaborasi menciptakan masyarakat yang tangguh, sehat, dan sejahtera,” ungkapnya.

Menurut Fadli, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan operasi distribusi dapat berjalan secara berkelanjutan, khususnya ketika kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat akibat kemarau panjang.

Selain memanfaatkan armada milik pemerintah dan unsur pendukung, sebagian armada distribusi juga menggunakan kendaraan sewa.

Baca Juga:  Pemkot Makassar dan PT KIMA Kolaborasi Bangun TPS 3R Kurangi Beban TPA

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan mobilisasi air tetap terpenuhi dan distribusi dapat menjangkau lebih banyak titik masyarakat yang membutuhkan.

Ia menegaskan, operasi TDB BPBD merupakan respons Pemerintah Kota Makassar terhadap kondisi kekeringan dan keterbatasan akses air bersih masyarakat.

Air tidak hanya disiapkan di sumber, tetapi dimobilisasi hingga mendekati permukiman warga sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan tanpa harus mencari sumber air yang jauh dari tempat tinggal.

“Kami hadir, memastikan setiap tetes air sampai ke warga yang membutuhkan,” tegas Fadli.

Menurutnya, capaian distribusi hingga 25 September 2026 juga menunjukkan pentingnya gotong royong antarlembaga dalam menghadapi dampak kekeringan.

Dia menegaskan, pihak BPBD menjadi penggerak utama operasi TDB, sementara dukungan sumber air, armada, personel, dan sumber daya dari perangkat daerah, instansi pemerintah, serta mitra menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan.

Melalui operasi tersebut, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya memastikan bantuan air bersih hadir sedekat mungkin dengan masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang mengalami keterbatasan akses air selama musim kemarau panjang.

“Melalui operasi TDB ini, kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau panjang. Gratis untuk masyarakat, bergerak untuk kemanusiaan,” pungkas Fadli. (*)

Komentar Anda
Berita Lainnya