HUT ke-419 Kota Makassar: Dosen Ilmu Politik Unhas Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Berdampak dan Inklusif

JELAJAH.CO.ID,Makassar— Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar dinilai bukan sekadar seremoni tahunan untuk memperingati sejarah perjalanan kota. Lebih dari itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ruang refleksi mendalam terhadap arah pembangunan Makassar di masa depan, khususnya dalam memperkuat komunikasi publik dan partisipasi warga.

​Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari, menyampaikan bahwa sebagai kota yang terus berkembang, tantangan Makassar tidak lagi terbatas pada penyediaan infrastruktur fisik semata.

​”Makassar yang maju tidak cukup ditopang oleh kebijakan yang baik saja, tetapi juga oleh komunikasi yang berdampak sehingga demokrasi deliberatif dapat tumbuh subur di kota ini,” ujar Endang Sari, Senin 26 Oktober 2026.

Baca Juga:  Munafri Tegaskan Integritas Pejabat dan Dorong Inspektorat Kawal SKPD

​Menurut Endang, komunikasi publik yang berdampak tercapai ketika pemerintah kota mampu menyajikan informasi secara transparan, mudah diakses, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tata kelola komunikasi publik yang efektif akan mengubah posisi masyarakat—tidak lagi sekadar objek atau penerima kebijakan, melainkan subjek yang terlibat aktif dalam proses pembangunan.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi yang baik merupakan fondasi utama dari pemerintahan yang demokratis dan responsif.

​”Kota yang maju adalah kota yang mampu mendengarkan aspirasi warganya, merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, serta mampu membangun ruang dialog yang sehat di tengah keberagaman sosial Makassar,” tambahnya.

​Memasuki usianya yang ke-419 tahun, Makassar didesak untuk terus memperkuat ekosistem komunikasi publik yang inklusif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Endang optimis bahwa dengan komunikasi yang setara dan berdampak, pembangunan Kota Makassar tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan fisik semata, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi aktif warga, serta memupuk rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kota.

Baca Juga:  Makassar Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Munafri Minta Warga Utamakan Keselamatan

​”Inilah modal sosial yang pada akhirnya akan mengantarkan Makassar menjadi kota maju yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga matang secara demokratis dan berkelanjutan,” tutupnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya