Soroti Kereta Api Sulsel, Andi Iwan Aras Minta Masalah Pembebasan Lahan Segera Tuntas

JELAJAH.CO.ID,Makassar — Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, memberikan sorotan terkait perkembangan sejumlah proyek infrastruktur strategis di Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai dari kelanjutan pembangunan kereta api, sengketa lahan stadion, hingga alokasi APBN untuk daerah tersebut.

​Dalam keterangannya kepada awak media, Andi Iwan menegaskan pentingnya percepatan penanganan masalah sosial dan pembebasan lahan yang kerap menjadi ganjalan utama pembangunan di daerah.

​Pembebasan Lahan Kereta Api dan Stadion Jadi Perhatian

​Terkait proyek Kereta Api Trans Sulawesi yang belum menjangkau Kota Makassar, Andi Iwan menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah mengupayakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk menarik investasi swasta.

Baca Juga:  Ahmad Muzani: Temu Kader Gerindra se-Sulsel Istimewa Karena Gerindra Makin Kinclong

​Namun, ia menegaskan bahwa DPR siap mendorong intervensi anggaran negara jika pihak swasta kurang berminat.

​”Kita akan coba mendorong dan beri waktu kepada Kementerian Perhubungan untuk mencari mitra kerja yang tepat. Namun, kalau kita melihat tidak ada ketertarikan dari pihak swasta, tentu kita harus mengintervensi melalui APBN,” ujar Andi Iwan, Rabu 28 Oktober 2026.

​Mengenai kendala pembebasan lahan pemukiman warga di beberapa titik jalur kereta api, pihaknya telah melakukan mediasi dengan Kemenhub, seraya mengingatkan pentingnya peran aktif pemerintah kabupaten setempat dalam merampungkan pembayaran lahan.

​Sementara itu, menanggapi riak-riak permasalahan lahan pembangunan stadion di Sulsel, Andi Iwan mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Giliran PKL di Poros BTP Direlokasi di Zona Nyaman, Pemkot Tegakkan Perda Secara Humanis

​”Kami sudah koordinasikan dengan Pak Gubernur, dan Pak Gubernur memberikan jaminan bahwa lahan tersebut tidak termasuk dalam lahan yang bersengketa,” jelasnya.

​Pembangunan stadion tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp300 miliar lebih pada tahun ini, dengan target penyelesaian diharapkan bertahap hingga tahun ketiga.

​Anggaran APBN Sulsel Dinilai Optimal

​Andi Iwan menilai alokasi APBN infrastruktur untuk Provinsi Sulawesi Selatan sejauh ini sudah cukup optimal jika dibandingkan dengan provinsi lain, terutama di luar daerah penanganan pascabencana.

​”Dalam kondisi normal, Provinsi Sulawesi Selatan termasuk salah satu provinsi yang mengalokasikan anggaran APBN-nya cukup tinggi,” tuturnya.

​Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Gowa & Penundaan Agenda

​Selain isu infrastruktur, Andi Iwan juga menyinggung dinamika politik lokal terkait pengisian posisi Calon Wakil Bupati Gowa. Ia menyerahkan sepenuhnya proses tersebut pada mekanisme aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Sulsel Dorong Sosialisi Kenaikan PPN 12 Persen ke Masyarakat

​”Wakil kita serahkan kepada mekanismenya. Nanti akan diusung oleh partai pengusung sebelumnya dan akan dipilih oleh paripurna DPRD. Soal apakah Gerindra menyiapkan calon atau ke partai lain, berbagi itu bagus,” katanya.

​Di sisi lain, ia menyampaikan permohonan maaf terkait penundaan peresmian Sekolah Rakyat di Makassar yang sedianya dijadwalkan berlangsung hari ini. Peresmian tersebut terpaksa ditunda dan akan dijadwalkan ulang akibat adanya agenda mendadak lainnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya