JELAJAH.CO.ID,Pangkep – Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, terus berlangsung secara intensif. Dalam operasi berskala nasional ini, BPBD Kota Makassar turut berperan aktif sebagai bagian dari Tim SAR gabungan yang bekerja di medan pegunungan ekstrem.
Sejak hari pertama operasi, BPBD Kota Makassar telah mengerahkan personel dan mendukung pendirian serta pengelolaan Posko Pencarian, sekaligus terlibat langsung dalam proses pelaporan, pemetaan temuan, dan koordinasi lintas instansi. Informasi terkini yang dihimpun Posko Pencarian disampaikan pada Ahad, 18 Januari 2026.
Pada pukul 07.46 WITA, tim gabungan menemukan serpihan awal berupa bagian jendela pesawat di koordinat 04°55’48” LS dan 119°44’52” BT. Beberapa menit kemudian, tepat pukul 07.49 WITA, bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan dengan kondisi bagian atas badan pesawat terbuka.
Tak lama berselang, pada pukul 07.52 WITA, tim kembali menemukan bagian ekor pesawat di sisi selatan lereng bawah Gunung Bulusaraung. Menindaklanjuti temuan tersebut, SRU 3 bergerak menuju Pos 2 guna memperluas area pencarian dan pengamanan lokasi.
Sekitar pukul 08.02 WITA, SRU Aju melaporkan adanya serpihan besar lain yang terpantau melalui pemantauan udara menggunakan helikopter Caracal TNI Angkatan Udara. Kondisi medan yang terjal dan berkabut membuat proses evakuasi memerlukan peralatan khusus mountaineering dan climbing, yang turut dikoordinasikan melalui Posko Pencarian.
Sebagai bagian dari upaya menjangkau lokasi utama, pada pukul 08.22 WITA sebanyak enam personel Pasgat melaksanakan air landed di area puncak Gunung Bulusaraung. Sekitar pukul 08.35 WITA, tim dilaporkan telah berada di area badan dan ekor pesawat.
BPBD Kota Makassar mencatat, hingga pukul 09.16 WITA, personel yang berada di puncak gunung terdiri dari unsur Pasgat, Basarnas, BPBD Kota Makassar, relawan Bosowa, TRC Tonasa, serta unsur Kehutanan. Di tengah keterbatasan medan, tim lapangan juga mengajukan permintaan tambahan peralatan berupa tali dan carabiner untuk menunjang proses evakuasi.
Kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Hujan disertai kabut tebal menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, dengan jarak pandang terbatas sekitar 5 hingga 10 meter. Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap melanjutkan operasi dengan mengutamakan aspek keselamatan personel.
Hingga pukul 10.23 WITA, tim gabungan kembali menemukan serpihan tambahan, sejumlah pakaian, serta potongan pesawat berukuran lebih besar di sisi utara titik koordinat utama. Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung.
BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh operasi SAR nasional ini, sekaligus memastikan penyampaian informasi yang akurat, terkoordinasi, dan transparan kepada publik melalui Posko Pencarian resmi.