Projo Sulsel Gelar Konferda, Budi Arie Instruksikan Kader Kawal Eksekusi Program Pemerintah dan Targetkan ‘Quattrick’ di 2029

MAKASSAR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Penyelenggara Relawan Pro-Jokowi (Projo) Sulawesi Selatan resmi menggelar Konferensi Daerah (Konferda) di Makassar Golden Hotel pada Sabtu, 6 Juni 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Total Menuju Projo yang Militan dan Terorganisir”, ajang ini menjadi momentum penguatan struktural organisasi di wilayah Indonesia Timur.

​Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dalam pengarahan utamanya menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi tahun konsolidasi total bagi seluruh komite Projo di Indonesia. Setelah sukses menyelenggarakan Konferda di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta, Projo kini membidik konsolidasi di Sulawesi Selatan, yang nantinya akan disusul oleh Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.

​Kritik Eksekusi Lapangan: “Jangan Sampai Rakyat Dirugikan”

​Di hadapan ratusan kader, Budi Arie menyoroti dinamika pelaksanaan program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya program Operasi Desa Merah Putih yang dilaporkan telah mencapai progres sekitar 85 persen.

Baca Juga:  PPP Sulsel Harap Saharuddin Kembali Maju di Muscab DPC Enrekang

​Ia mengkritik tajam adanya ketimpangan antara visi pimpinan nasional dengan eksekusi di tingkat daerah. Menurutnya, banyak ide bagus dari Presiden yang justru “babak belur” saat diimplementasikan di lapangan.

​”Yang kita kritisi bukan programnya, tapi pelaksanaan programnya. Ide baik Presiden ini jangan sampai di tingkat pelaksanaan malah menimbulkan banyak masalah dan ujungnya yang dirugikan adalah rakyat, anak-anak rakyat selaku penerima manfaat,” ujar Budi Arie tegas.

​Ia menginstruksikan kepada seluruh pengurus daerah untuk berani memunculkan dan melaporkan setiap kejanggalan atau masalah pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) maupun operasi program di lapangan. Budi Arie menjamin gerakan ini berbasis fakta, bukan fitnah atau hoaks, karena Projo berkomitmen penuh mengawal kepentingan rakyat.

​Target Politik 2029: Membidik Kemenangan Keempat (Quattrick)

​Dalam pidatonya, Budi Arie juga merefleksikan rekam jejak Projo sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berhasil mencetak hattrick dengan memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) tiga kali berturut-turut di Indonesia, termasuk mengawal 10 tahun pemerintahan Joko Widodo dan kemenangan di Pilpres 2024. Ia bahkan menyebut Projo sebagai “jimat Republik” karena arah gerakannya yang selalu selaras dengan aspirasi rakyat.

Baca Juga:  Andi Tenri Indah Tegaskan Tolak Budi Arie Gabung di Partai Gerindra

​Menatap kontestasi politik ke depan, Projo secara terbuka menargetkan kemenangan keempat alias quattrick pada Pilpres 2029 mendatang. Strategi utamanya adalah menjadi organisasi pelopor yang menentukan arah dukungan sejak awal, bukan di akhir kompetisi.

​Budi Arie sempat mengenang momen tahun 2022 saat Prabowo Subianto mendatangi dirinya ketika hasil surveinya masih berada di urutan ketiga. “Saya bilang, ‘Bisa (jadi Presiden), Pak, asal Bapak bersama Pak Jokowi.’ Dan itu dilakukan dan terjadi,” ungkapnya, menekankan pentingnya insting politik yang presisi sejak dini.

​Regenerasi Lewat Projo Gen Z Menuju Indonesia Emas 2045

​Menghadapi situasi geopolitik nasional dan global yang penuh dengan ketidakpastian, Budi Arie meminta organisasi untuk bergerak cermat dan terorganisir agar terus diperhitungkan oleh kekuatan politik lain. Salah satu pilar kekuatan baru yang sedang digenjot adalah pelibatan aktif generasi muda melalui sayap organisasi Projo Muda dan Projo Gen Z (anak-anak usia 20-an tahun).

Baca Juga:  Muscab IX PPP Makassar Resmi Dibuka: Akbar Yusuf Tekankan Politik sebagai Jalan Ibadah

​Menutup arahannya, ia mengingatkan esensi mendasar dari nama “Projo” yang diambil dari bahasa Sanskerta (berarti negeri) dan Jawa Kawi (berarti rakyat).

​”Jadi, kaum Projo adalah orang-orang yang mencintai negeri dan rakyatnya sekaligus. Kalau ada orang bilang cinta Indonesia tapi tidak cinta rakyat, itu omong kosong. Cinta rakyat adalah intisari dari kecintaan kita terhadap bangsa,” pungkas Budi Arie, yang kemudian disambut riuh yel-yel khas Projo oleh seluruh peserta Konferda.

Komentar Anda
Berita Lainnya