Bahlil Lahadalia Isyaratkan Dukungan untuk ‘Kak Aco’ Pimpin Golkar Sulsel, Singgung Soal Kader Hijrah

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Bahlil membawa angin segar sekaligus menegaskan sejumlah arah strategis partai, mulai dari pengembalian marwah pelaksanaan Musda ke daerah hingga sinyal kuat kepemimpinan baru di Sulsel.

Kembalikan Musda ke Daerah, Dobrak Tradisi Satu Dekade

​Bahlil menyoroti catatan sejarah di mana selama 10 tahun terakhir, Musda Golkar Sulsel kerap diboyong ke Jakarta. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, praktik tersebut tidak boleh terulang demi menjaga keabsahan dan kedekatan emosional partai dengan kadernya di daerah.

​”Menurut laporan, selama satu dekade DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan tidak melaksanakan Musda di Sulawesi Selatan, tetapi dibawa ke Jakarta. Saya memerintahkan… tidak boleh Musda dilakukan di Jakarta. Harus di Provinsi Sulawesi Selatan,” tegas Bahlil dalam sambutannya Musda XI Golkar Sulsel di Hotel Claro, Sabtu 18 Juli 2026.

Baca Juga:  Taufan Pawe Bakar Semangat Sayap Partai Golkar di Safari Ramadan

Sinyal Kuat untuk ‘Kak Aco’ dan Filosofi ‘Kader Hijrah’

​Salah satu poin paling menarik dalam sambutan tersebut adalah pernyataan terbuka Bahlil mengenai figur yang dianggapnya layak memimpin Golkar Sulsel ke depan, yaitu Ilham Arief Sirajuddin yang akrab disapa Kak Aco.

​Menanggapi rekam jejak politik Kak Aco yang sempat berpindah partai, Bahlil menekankan bahwa Golkar adalah partai yang inklusif, dewasa, dan memiliki mekanisme diskresi serta hak prerogatif Ketua Umum untuk menyambut kembali kader-kader terbaiknya.

​Rumah Besar yang Inklusif: Bahlil mengibaratkan partai-partai lain yang didirikan oleh mantan kader Golkar (seperti NasDem, Gerindra, Hanura, dan Demokrat) sebagai saudara “satu rumah, beda kamar” karena memiliki doktrin dasar yang sama, yaitu karya kekaryaan.

Baca Juga:  Munafri Arifuddin : Makassar Kota Damai dan Punya Nilai Sejarah

​Pintu Selalu Terbuka: Golkar tidak menaruh kebencian pada kader yang sempat ‘hijrah’ untuk mencari suasana baru. Jika mereka ingin kembali, Golkar selalu siap membuka pintu.

​Di akhir pidatonya, Bahlil meminta agar setelah Musda tingkat provinsi selesai, konsolidasi harus segera diturunkan ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke desa-desa sebagai ujung tombak kekuatan konstituen partai.

Komentar Anda
Berita Lainnya