DPRD Sulsel Pesimis Proyek CPI Rp229 Miliar Rampung Tepat Waktu, Dorong Skema 3 Shift Kerja

JELAJAH.CO.ID,Makassar — Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulawesi Selatan menaruh rasa pesimis terhadap penyelesaian proyek pembangunan fisik di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Meski mengalokasikan anggaran fantastis lebih dari Rp229 miliar pada tahun ini, realisasi pengerjaan fisik tercatat masih sangat rendah.

​Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengungkapkan bahwa progres pembangunan kawasan CPI sejauh ini baru menyentuh angka 26 persen. Padahal, masa kerja kontraktor sudah berjalan lebih dari separuh dari total durasi yang disepakati dalam dokumen kontrak.

​”Jumlah hari dalam kontrak adalah 200 hari kerja, dan sekarang sudah berjalan 111 hari kerja. Artinya sisa waktu yang tersisa tinggal 89 hari kerja lagi,” ujar Kadir Halid saat dikonfirmasi, Kamis 1 Oktober 2026, usai memimpin kunjungan lapangan ke kawasan CPI sehari sebelumnya.

Baca Juga:  Perkuat P4GN, BNNP Sulsel Gandeng DPRD Sukseskan Program 'Ananda Bersinar' dan 'IKAN'

​Melihat sisa waktu yang makin mempet dengan tenggat kontrak pada 28 Desember 2026, Komisi D mendesak pihak pelaksana proyek untuk segera mengambil langkah ekstra guna mengejar ketertinggalan deviasi progres tersebut.

​Pihak legislatif memberi beberapa saran konkret, salah satunya dengan menambah jumlah tenaga kerja di lapangan serta menerapkan sistem jam kerja hingga tiga shift secara nonstop. Jika target penyelesaian tidak tercapai dan terpaksa memohon perpanjangan waktu, kontraktor dipastikan harus bersiap menghadapi konsekuensi finansial.

​”Kalau sampai diperpanjang melampaui batas kontrak, pasti ada sanksi denda yang harus dibayarkan,” tegas Kadir.

Komentar Anda
Berita Lainnya