JELAJAH.CO.ID,Makassar — Pemerintah Kota Makassar memastikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengarahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar untuk menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar sebagai penguatan program pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Munafri menegaskan, peringatan hari jadi Kota Makassar tahun 2026 yang diperingati tanggal 9 November, tidak boleh hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum menghadirkan kerja nyata pemerintah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Melalui HUT kota 2026, kita ingin memastikan momentum HUT ke-419 tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia kota, tetapi juga menghadirkan percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” pesan Appi, Selasa 3 November 2026.
Untuk itu, seluruh OPD diminta menghimpun, menyelaraskan, sekaligus mengoptimalkan program kerja yang telah direncanakan dan dianggarkan agar lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Munafri, setiap perangkat daerah pada dasarnya memiliki tugas dan fungsi yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik. Karena itu, pelaksanaan program harus benar-benar mencerminkan tanggung jawab tersebut.
“OPD itu dasarnya memang punya kegiatan yang menyentuh masyarakat. Kalau OPD bikin program tapi tidak menyentuh masyarakat, ya bukan OPD namanya,” tegasnya.
Dia menekankan, keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap perangkat daerah.
Lebih dari itu, ukuran keberhasilan terletak pada sejauh mana program pemerintah mampu menjawab persoalan dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
Munafri juga mengingatkan agar jajaran pemerintah kota tidak membebani diri dengan membuat agenda tambahan atau kegiatan seremonial baru yang berada di luar tugas pokok dan fungsi pelayanan publik.
Sebaliknya, seluruh OPD diminta memperkuat pelaksanaan program prioritas yang telah teranggarkan, dengan memastikan setiap kegiatan memiliki keluaran dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
“Ini, menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi penggunaan anggaran serta meningkatkan efektivitas kerja birokrasi, mulai dari tingkat perangkat daerah hingga kecamatan dan kelurahan,” tuturnya.
Appi juga kembali menekankan, setiap kepala OPD bersama jajaran teknis juga diharapkan mengevaluasi kembali efektivitas program yang berjalan.
Kegiatan yang hanya berorientasi pada formalitas tanpa memberikan manfaat langsung bagi publik perlu diarahkan pada sektor pelayanan yang lebih esensial.
Di antaranya, penanganan kawasan permukiman, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas fasilitas umum, serta berbagai kebutuhan dasar warga lainnya.
“Dengan program nyata, bentuk responsif, produktif, dan mampu menerjemahkan program kerja menjadi solusi konkret bagi masyarakat Kota Makassar,” tutup Appi.
Sedangkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan mengedepankan asas manfaat dan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Menurutnya, orientasi utama perayaan hari jadi kota bukan untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya, melainkan memastikan kolaborasi dan kerja bersama berbagai pihak mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Untuk masyarakat, kegiatan yang manfaat memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya, memberikan keuntungan yang akan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, agenda puncak peringatan pada 9 November 2026 akan difokuskan pada pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kota Makassar.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan sejumlah agenda formal, termasuk pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh masyarakat yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi Kota Makassar.
Selain agenda paripurna, Pemkot Makassar juga ingin menghadirkan nuansa budaya dalam pelayanan pemerintahan.
Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar diimbau mengenakan pakaian adat daerah saat bertugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pada hari puncak perayaan.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Penyampaian Pak Wali, kalau bisa nanti semua pegawai akan menggunakan pakaian adat dalam hal pelayanan masyarakat,” jelasnya.
“Semarak HUT ke-419 Kota Makassar juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” sambung mantan Camat Ujung Pandang itu.
Diketahui, Pemerintah Kota Makassar, menyiapkan rangkaian kegiatan selama 30 hari, mulai 31 Oktober hingga 29 November 2026, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati tanggal 9 November.
Tak sekadar menjadi perayaan tahunan, momentum hari jadi kota berjuluk Anging Mammiri ini diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan, kegiatan sosial, sunatan massal, bedah rumah, layanan administrasi kependudukan, hingga festival seni, budaya, kuliner, dan belanja.