JELAJAH.CO.ID,Makassar – PSM Makassar mengusung misi besar saat bertandang ke markas Bali United dalam lanjutan kompetisi liga musim ini. Meski menyadari tuan rumah sedang dalam performa tajam, skuad Juku Eja menegaskan kesiapan mereka untuk bertarung habis-habisan demi membawa pulang poin penuh.
Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, memberikan catatan khusus terhadap daya gedor Serdadu Tridatu. Menurutnya, dua kemenangan besar Bali United saat menjamu Malut United dan PSBS Biak menjadi alarm bagi lini pertahanan PSM.
”Kita tahu Bali dalam kepercayaan diri tinggi. Dua pertandingan kandang terakhir mereka selalu pesta gol. Ini sinyal kuat bahwa secara attacking, Bali punya kualitas yang harus kami antisipasi,” ujar Ahmad Amiruddin dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan, Ahad 26 April 2026.
Namun, Amiruddin menegaskan bahwa PSM juga datang dengan modal mental yang kuat. Kemenangan di laga terakhir menjadi pelecut motivasi bagi Pasukan Ramang untuk terus merangkak naik di tabel klasemen.
Teka-Teki Komposisi Pemain
Persiapan PSM kali ini sedikit terhambat oleh absennya sejumlah pilar inti dan belum kembalinya pelatih kepala untuk mendampingi tim. Meski demikian, manajemen dan tim pelatih memilih untuk menutup rapat identitas pemain yang absen hingga daftar susunan pemain (DSP) dirilis.
”Ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil, namun kami tidak bisa sampaikan namanya sekarang. Nanti bisa dilihat di DSP. Untuk pelatih kepala, hingga saat ini memang belum bisa mendampingi tim,” tambah Amiruddin.
Fokus Internal: Mentalitas “Final”
Senada dengan pelatih, penyerang PSM, Alex, enggan menganggap remeh lawan meskipun Bali United dipastikan kehilangan dua pemain kunci, Privat Mbarga dan Bagas Adi, akibat akumulasi kartu. Bagi Alex, kedalaman skuad Bali United membuat absennya satu atau dua pemain tidak akan banyak mengurangi kualitas permainan mereka.
”Bagi saya, itu tidak terlalu penting. Siapa pun yang bermain di Bali United, kualitasnya tetap bagus. Kami lebih fokus ke diri kami sendiri,” tegas Alex.
Pemain asing tersebut juga mengibaratkan pertandingan besok sebagai laga hidup-mati. “Setiap pertandingan di liga ini sulit. Besok adalah final bagi kami. Kami harus bertarung untuk mendapatkan satu atau tiga poin,” pungkasnya.
Pertandingan besok diprediksi akan berjalan sengit, mengingat kedua tim sama-sama sedang berada dalam tren positif dan berambisi mengamankan posisi di papan atas klasemen.