JELAJAH.CO.ID,Makassar – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Selatan (Sulsel). Struktur kepengurusan baru ini mengukuhkan figur muda potensial, Ilham Ari Fauzi, sebagai Ketua DPW PPP Sulsel, didampingi Nursyam Amin B sebagai Sekretaris Wilayah, dan Nur Amal sebagai Bendahara Wilayah.
Dalam orasi politiknya yang penuh analogi mendalam, Ilham Ari Fauzi merefleksikan tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya. Menanggapi sorotan publik serta atensi dari PJ Gubernur mengenai usianya yang terbilang sangat muda untuk memimpin sebuah partai politik besar, Ilham menegaskan bahwa kepemimpinan ini merupakan garis takdir yang harus dijalani dengan ketulusan.
”Jabatan ini ibarat kucing, Bapak dan Ibu sekalian. Dikejar tidak dapat, namun ketika kita diam, dia datang menghampiri,” ujar Ilham di hadapan para kader dan tamu undangan yang hadir, Sabtu 20 Juni 2026.
Lebih lanjut, Ilham mengungkapkan bahwa modal utama keberaniannya memimpin parpol di usia muda tidak lepas dari aspek spiritual dan sejarah panjang kedekatannya dengan para tokoh senior partai berlambang Ka’bah tersebut. Ia mengenang bagaimana 10 hingga 30 tahun lalu, para sesepuh PPP sering menyambangi kediamannya saat sang ayah, HM Amir Uskara, masih mengemban amanah sebagai Ketua DPW PPP Sulsel.
”Kata-kata yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya sampai hari ini dari para sesepuh adalah, ‘Semoga sukses kau kayak bapakmu’. Hari inilah, setelah 10 hingga 15 tahun, doa-doa tersebut diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagai partai yang berasaskan Islam, kita memercayai hal gaib, salah satunya adalah kekuatan doa,” tuturnya penuh khidmat.
Kendati demikian, di tengah ujian kepemimpinan ini, Ilham secara terbuka memohon dukungan moral yang berkelanjutan dari seluruh elemen senior partai agar senantiasa terjaga dari godaan kekuasaan. Menurutnya, kecerdasan sejati seorang pemimpin diukur dari sejauh mana ia mengingat akhirat sebagai pemutus kenikmatan duniawi agar tidak salah melangkah dalam mengemban amanah “takhta”.
Optimisme dan Target Eksistensi 24 Kursi
Menatap dinamika politik ke depan, Ilham tidak menampik adanya tantangan berat yang membayangi partai, termasuk situasi di mana PPP kehilangan kursi di DPR RI pada pemilu legislatif terakhir. Namun, ia mengajak seluruh kader untuk melihat hikmah mendalam di balik ujian tersebut dengan mengutip analogi kisah kesabaran Nabi Ayub AS dari Al-Qur’an yang ia renungkan sejak subuh sebelum pelantikan.
”Kondisi kemarin persis seperti kehilangan potensi 12 kursi. Namun, berkaca dari kisah kesabaran Nabi Ayub yang melewati seluruh fase ujian hingga akhirnya Allah melipatgandakan anaknya menjadi 24, maka insyaallah dengan keteguhan yang sama, PPP ke depan mampu bangkit dan menargetkan 24 kursi di DPR RI,” tegasnya optimistis.
Konsolidasi Masif: Bergerak Sebelum Dilantik
Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam pelantikan ini adalah akselerasi gerakan yang dilakukan oleh tim pengurus baru. Meski prosesi pelantikan secara seremonial baru dilaksanakan lima bulan pasca-terbitnya Surat Keputusan (SK) dari DPP, jajaran pengurus Sulsel di bawah komando Ilham tercatat telah merampungkan konsolidasi internal yang sangat masif.
Di hadapan Ketua Umum, Ilham melaporkan bahwa jajarannya telah merampungkan kunjungan kerja ke 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Secara akumulatif, pengurus wilayah telah melakukan pergerakan hingga 42 kali kunjungan ke berbagai jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC), bahkan beberapa daerah telah disambangi hingga tiga kali.
Pergerakan eksponensial ini dinilai berkat solidnya komposisi internal pengurus inti. Posisi Sekretaris Wilayah diisi oleh mantan Ketua DPC PPP Kabupaten Gowa yang dikenal sarat prestasi sukses. Sementara itu, posisi Bendahara Wilayah diisi oleh tokoh kunci yang menjadi arsitek strategis keberhasilan PPP memecahkan rekor (pecah telur) dalam mengamankan posisi pimpinan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada pemilu sebelumnya.
Mengakhiri pidatonya, Ilham memberikan pesan pembakar semangat bagi seluruh pengurus yang baru dilantik untuk langsung tancap gas tanpa harus terlena oleh euforia seremonial semata.
”Biasanya kalau pelantikan ini momentum untuk mari kita mulai bekerja. Tetapi karena tim kita ini sudah bekerja bahkan sebelum dilantik, saya sampaikan kepada seluruh pengurus: selamat berlari lebih kencang, dan untuk lima tahun ke depan, selamat menghebat bersama. Kita sudah buktikan bersama bahwa SK itu hanyalah formalitas, tetapi kerja nyata adalah bukti autentiknya,” pungkas Ilham, ditutup dengan penyampaian apresiasi mendalam kepada orang tuanya yang turut hadir langsung menyaksikan pelantikan tersebut.