Aliyah Mustika Ilham Mundur dari Demokrat, Sinyal Totalitas IAS Ambil Alih Golkar Sulsel?

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Kursi kepemimpinan DPC Partai Demokrat Kota Makassar kini dikabarkan lowong. Aliyah Mustika Ilham, yang selama ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, dilaporkan telah resmi mengajukan surat pengunduran diri langsung ke DPP Partai Demokrat.

​Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi oleh lingkaran terdekat Aliyah melalui sebuah bukti dokumentasi foto. Dalam foto tersebut, Aliyah tampak memegang surat pengunduran dirinya di markas DPP Demokrat, yang kemudian diteruskan kepada salah satu elit partai besar di Indonesia.

​Langkah politik Aliyah ini dinilai banyak pihak sebagai penegasan dan bukti keseriusan sang suami, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dalam membidik kursi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan. Mundurnya Aliyah dari Demokrat disebut-sebut demi memuluskan jalan dan posisi tawar IAS di beringin.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia Timur, Sunny Kids Hadir di Makassar

​”Kalau kita membaca tanda-tanda politik, isu ini sebenarnya sudah lama berembus. Mundurnya Ibu Aliyah adalah sinyal besar. Dengan konstelasi seperti ini, posisi Ibu Aliyah kini hanya ada dua pilihan: bergabung dengan Golkar atau memilih untuk tidak berpartai dulu,” ungkap seorang sumber yang enggan disebut namanya beberapa waktu lalu.

Internal Demokrat Makassar Masih Menunggu

​Merespons kabar burung yang kian menguat ini, Ketua OKK DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Zulkifli Tahir, mengaku belum menerima penyampaian resmi di internal organisasi. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan pengurus wilayah, namun belum ada jawaban pasti.

​”Saya juga mendengar kabar tersebut, tetapi belum ada pembahasan resmi di internal kami. Saya sudah tanyakan langsung ke Ketua DPW, mereka juga belum mengetahui kepastiannya. Jadi, posisi kami saat ini adalah menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujar Zulkifli.

Baca Juga:  KPU Sulsel Gelar FGD Evaluasi Pilkada 2024, Ini Empat Hal yang Disorot

​Sikap abu-abu dari struktur internal ini justru dinilai publik memperkuat spekulasi bahwa pengunduran diri Aliyah memang benar adanya, dan tinggal menunggu momentum pengumuman resmi.

Mekanisme Pengisian Kekosongan Jabatan

​Secara terpisah, Ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Januar Jaury, menegaskan bahwa roda organisasi tidak boleh berhenti. Jika isu mundurnya Aliyah terbukti valid dan terjadi kekosongan kepemimpinan di level cabang Makassar, maka DPP harus segera menunjuk Plt baru.

​”Jika Ibu Aliyah benar-benar mundur, harus ada Plt ketua baru yang menggantikan agar tidak terjadi kekosongan organisasi. Mekanismenya bisa melalui usulan DPD Sulsel ke DPP, atau DPP sendiri yang langsung menunjuk figur yang dinilai tepat,” jelas Januar.

Baca Juga:  Hadiri INVIROTECH 2026, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Makassar Siap Dukung Agenda Iklim Nasional

​Ia menambahkan, penunjukan Plt bersifat sementara demi menjaga stabilitas partai. Sementara untuk menentukan ketua definitif, Demokrat wajib menggelar forum musyawarah resmi sesuai AD/ART.

​Langkah politik yang diambil Aliyah ini bak pisau bermata dua. Di satu sisi, pengorbanan politik dengan menanggalkan jabatan strategis di Demokrat Makassar dapat memperkuat posisi tawar dan meyakinkan DPP Golkar akan totalitas gerbong IAS. Namun di sisi lain, Demokrat Makassar harus kehilangan salah satu figur sentralnya menjelang momentum politik penting

Komentar Anda
Berita Lainnya