Dukung Program Unggulan Sekolah, Wali Murid Berharap Ada Peningkatan Fasilitas Ruang Belajar dan Olahraga

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Tanggapan positif datang dari salah satu wali murid terkait program pembelajaran intensif yang diterapkan oleh pihak Ranu Harapan Islamic School. Selama sepekan penuh, para siswa difokuskan pada pendalaman materi Bahasa Inggris, yang rencananya akan dilanjutkan dengan program English Camp di luar sekolah selama dua minggu setelah tiga bulan berjalan. Program ini dinilai sangat positif karena tidak membebani orang tua dengan biaya yang besar.

​Ibu Gita Reski, orang tua dari  —Rania Nayyara Shanum, siswi kelas 8 SMP yang baru saja mengikuti prosesi wisuda—menyatakan rasa syukur dan bangganya atas perkembangan sang anak. Menurutnya, program-program tersebut terbukti efektif meningkatkan kemampuan akademis anak-anak, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan kemampuan menghafal.

Baca Juga:  Sekolah Tahfidz Bertaraf Internasional di Maros, Buka Lima Jalur

​”Kegiatannya sangat positif dan bagusnya tidak banyak memungut biaya. Anak-anak jadi lebih pintar di pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan juga menghafalnya,” ungkap Ibu Gita saat diwawancarai melalui sambungan telepon selularnya, Senin 20 Juli 2026.

Masukan untuk Peningkatan Fasilitas

​Meskipun memberikan apresiasi tinggi terhadap kurikulum dan biaya sekolah yang dinilai masih sangat terjangkau bagi masyarakat, Ibu Gita juga memberikan beberapa catatan penting sebagai masukan untuk kemajuan sekolah ke depan.

​Fokus utama yang disoroti adalah keterbatasan fasilitas fisik sekolah yang perlu segera dibenahi, di antaranya:

​Penambahan Ruang Kelas: Mengingat kapasitas yang ada saat ini masih cukup terbatas untuk menunjang kenyamanan belajar-mengajar.

Baca Juga:  Sinergi Muhammadiyah-Pemkot: Fokus Pendidikan, Sampah, dan Ekonomi

​Penyediaan Lapangan Olahraga: Fasilitas area olahraga yang memadai dinilai penting untuk mendukung aktivitas fisik dan kebugaran para siswa di luar jam kelas.

​Pihak sekolah diharapkan dapat mempertimbangkan masukan-masukan konstruktif ini demi menjaga keseimbangan antara kualitas kurikulum yang sudah baik dengan kenyamanan fasilitas penunjang bagi seluruh siswa.

Komentar Anda
Berita Lainnya