​Wisuda Megah dan Gratis, Sekolah Swasta Ini Raih Pujian Sekaligus Masukan Berharga dari Wali Murid

JELAJAH.CO.ID,Makassar –  Kualitas pelayanan dan respons cepat terhadap aduan perundungan (bullying) menjadi salah satu keunggulan yang dirasakan langsung oleh orang tua siswa Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Hal ini diungkapkan oleh Ibu Marwah, salah seorang wali murid dari siswi bernama Arzeti Khalisa yang baru saja menyelesaikan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas delapan.

​Dalam testimoninya, Ibu Marwah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap sikap sigap para guru dalam menangani masalah anak di sekolah. Menurutnya, pihak sekolah menunjukkan respect dan respons yang sangat cepat. Ketika ada laporan mengenai indikasi perundungan, pihak sekolah langsung mengambil tindakan dalam hitungan jam.

​”Responsnya bagus sekali. Kalau masalah lapor-melapor (soal bullying), langsung ditanggapi dalam hitungan jam. Dasar sekolah swasta, manajemennya sangat cepat tanggap,” ujar Ibu Marwah melalui sambungan telepon selularnya, Senin 20 Juli 2026.

Baca Juga:  DPRD Sulsel Dorong Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Atur Warisan Benda dan Takbenda sekaligus

​Selain respons sistem keamanan dan kenyamanan siswa, ia juga memuji pelaksanaan prosesi wisuda kelulusan yang dinilai berlangsung sangat megah. Menariknya, seluruh pernak-pernik dan biaya wisuda digratiskan oleh pihak sekolah, sebuah kebijakan yang dianggap sangat meringankan beban orang tua namun tetap memberikan kesan mendalam bagi para siswa, termasuk bagi kepemimpinan Pak Ramli dan Ibu Nurul yang mengawal jalannya acara. Untuk ukuran sekolah swasta, biaya masuk pun dinilai masih dalam taraf standar dan terjangkau.

​Di samping pujian tersebut, Ibu Marwah turut memberikan masukan konstruktif terkait penyelarasan raport dan roster (jadwal) pelajaran. Ia menyoroti adanya beberapa mata pelajaran yang sudah tercantum di dalam raport namun secara implementasi belum sepenuhnya dipelajari oleh siswa di kelas.

Baca Juga:  Mentan Andi Amran Sulaiman Bakar Semangat 900 Wisudawan UNM

​Beberapa mata pelajaran yang diharapkan dapat dioptimalkan jadwal dan pembelajarannya secara konsisten antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Seni Budaya, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

​”Masukan saya, kalau bisa pelajaran-pelajaran itu dimasukkan secara terjadwal di roster. Seperti pelajaran PPKN itu kan mengenai moral, sopan santun, itu penting untuk ada jam khususnya,” tambahnya.

​Meski demikian, untuk mata pelajaran bahasa, seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, pembelajaran dinilai sudah berjalan dengan sangat baik dan menunjukkan perkembangan positif pada siswa. Orang tua berharap masukan ini dapat menjadi bahan evaluasi agar kurikulum umum dan pembentukan karakter moral siswa dapat berjalan lebih selaras dengan fasilitas pelayanan sekolah yang sudah dianggap luar biasa.

Komentar Anda
Berita Lainnya