Andi Rachmatika Dewi Dorong Penambahan Kelas dan Solusi Banjir di Kecamatan Manggala

JELAJAH.CO.ID,Makassar — Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menggelar kegiatan pengawasan di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, yang berlangsung pada 11 hingga 13 Oktober. Kunjungan ini berfokus pada dua lokasi utama, yakni SMA Negeri 10 Makassar di Jalan Tamangapa Raya serta pemukiman warga di Kelurahan Antang, Senin 11 Oktober 2026.

​Dalam kunjungannya di SMAN 10 Makassar, politisi yang akrab disapa Cicu ini meninjau langsung kondisi fasilitas sekolah yang menampung sekitar 1.200 siswa tersebut. Ia menegaskan pentingnya perbaikan dan penambahan sarana pendukung guna menunjang proses belajar-mengajar.

​”Di SMAN 10 ini masih membutuhkan banyak sekali perbaikan, khususnya ruang kelas, penambahan ruang kelas baru (RKB), dan fasilitas pendukung lainnya. Lewat kunjungan langsung ini, kita berharap bisa segera mengomunikasikan solusinya,” ujar Andi Rachmatika Dewi.

Baca Juga:  Wali Kota Munafri, dan Mahasiswa Gelar Sholat Ghaib Korban Kebakaran

​Kepala SMAN 10 Makassar, Bach Mansyur, menyampaikan bahwa pihak sekolah saat ini membutuhkan setidaknya enam ruang kelas baru. Kebutuhan tersebut sulit dipenuhi hanya dengan mengandalkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) karena keterbatasan aturan teknis.

​”Sesuai juknis, Dana BOS hanya diperuntukkan bagi perbaikan rusak ringan. Sementara untuk bangunan rusak sedang hingga berat, atau pembangunan kelas baru, anggarannya tidak mencukupi,” jelas Bach Mansyur.

​Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Sulsel mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi terkait bantuan Rapid dari Kementerian Pendidikan untuk perbaikan dan penambahan RKB. Langkah penambahan kelas menjadi solusi krusial mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk membangun sekolah baru, di mana terdapat sekitar 2.000 anak di Kota Makassar dan 5.000 anak se-Sulsel yang belum tertampung di SMA Negeri. Selain SMAN 10, pihak DPRD juga menerima aspirasi terkait keterbatasan ruang kelas di SMAN 12 Makassar untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Pimpinan Dewan Sulsel Masih Survei Kantor Sementara Usai Terbakar

​Soroti Proyek Mid Ring Road, TPA, hingga Antisipasi Banjir

​Selain sektor pendidikan, kunjungan di Kelurahan Antang juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait infrastruktur dan lingkungan:

​Kemacetan & Proyek Mid Ring Road: Cicu menyoroti kemacetan parah di kawasan Manggala. Meskipun pembangunan Mid Ring Road menggunakan anggaran APBN dan terkendala pembebasan lahan, DPRD Sulsel terus mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat serta meminta kehadiran petugas Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas harian dan penyiapan jalan alternatif.

​Keistimewaan Warga Terdampak TPA: Warga Kecamatan Manggala dinilai layak mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus dari pemerintah daerah karena dampak polusi bau dan limbah harian dari keberadaan TPA Sampah di wilayah mereka.

Baca Juga:  Makassar Perkuat Mitigasi Bencana 2026: Munafri-Aliyah Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Dini

​Antisipasi Banjir & Pengerukan: Mengingat kawasan Antang merupakan wilayah rawan banjir parah, DPRD Sulsel akan meneruskan aspirasi warga ke Balai Pompengan (Pemerintah Pusat) untuk segera melakukan pengerukan dan pemeliharaan sungai/drainase sebelum puncaknya musim hujan.

​”Mumpung belum memasuki puncak musim hujan, pengerukan harus segera dilakukan. Kami komitmen untuk terus mengawal dan meneruskan aspirasi warga ini ke pihak-pihak terkait,” pungkas Cicu.

Komentar Anda
Berita Lainnya