JELAJAH.CO.ID,Makassar — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menekankan pentingnya memahami konteks dan momentum politik masa kini dalam Bimbingan Teknis Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar
Dalam Kegiatan tersebut beliau mengangkat tema: “Transformasi Model Kinerja Anggota Fraksi Partai Golkar 2029, di Era Digital, untuk Semakin Mendekatkan Diri dengan Rakyat.”
Dalam pemaparannya, Sarmuji menyampaikan bahwa kemampuan membaca situasi politik adalah kunci utama bagi setiap kader dan politisi.
“Seorang politisi yang tidak memahami konteks dan momentum pasti akan tersesat langkahnya dan salah mengambil keputusan,” ujar Sarmuji, Sabtu 17 Oktober 2026.
Sesuaikan dengan Arah Kebijakan Pemerintah
Sarmuji juga menguraikan perubahan orientasi kebijakan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ekonomi Prabowo Subianto idak lagi dikendalikan oleh oligarki, melainkan lebih berorientasi pada ketahanan rakyat dengan corak kebijakan yang mengutamakan kepentingan sosial.
“Politisi harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi ini agar Partai Golkar tetap relevan dan hadir di tengah masyarakat,” jelasnya, Tetap Loyal, Tetap Aspiratif”
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, Sarmuji menegaskan bahwa Golkar menjaga komitmen dan loyalitas politik terhadap mitra koalisi. Namun demikian, loyalitas tersebut tidak berarti melepaskan peran partai sebagai penampung aspirasi masyarakat.
“Kita berada dalam koalisi, tetap terikat pakta politik, tetapi di saat yang sama kita harus tampil sebagai partai aspiratif bagi rakyat. Kita melayani dua sisi sekaligus — menjaga loyalitas, namun tetap mengedepankan prinsip kepartaian dan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek fraksi bukan sekadar forum peningkatan kapasitas, melainkan memiliki dua agenda utama strategis:
Pertama, mewujudkan amanah Musyawarah Nasional (Munas) dengan sukses mengawal dan memenangkan agenda pemerintah. Seluruh anggota fraksi dari pusat hingga daerah diinstruksikan untuk menyosialisasikan serta mengamankan seluruh program kerja pemerintah agar benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah.
Kedua, memperkuat barisan internal partai. Konsolidasi di seluruh tingkatan legislatif dinilai penting untuk memperkuat soliditas sekaligus menjadi persiapan menghadapi Pemilu 2029.
“Tujuannya adalah membangun komitmen dan kekuatan bersama di seluruh tingkatan legislatif, mulai dari DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota, guna meningkatkan perolehan porsi kursi Golkar secara signifikan pada Pemilu 2029,” tambah Sarmuji.