Kinerja Bahlil Diberi Skor Minus, Golkar Pertanyakan Metodologi Evaluasi CELIOS

JELAJAH.CO.ID,Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham melayangkan kritik keras terhadap hasil evaluasi kinerja kabinet yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan. Ia mempertanyakan transparansi dan objektivitas penilaian yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di jajaran menteri berkinerja terburuk.

​Dalam rilis yang dipaparkan CELIOS pada Ahad 11 Oktober 2026,  Bahlil tercatat memperoleh skor minus 159. Posisi tersebut berada di deretan menteri dengan penilaian terendah bersama Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai (minus 158) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (minus 103).

​Idrus menegaskan, meski survei publik merupakan instrumen penting dalam demokrasi untuk menyerap aspirasi masyarakat, penerapannya harus menjunjung tinggi integritas metodologi serta kejujuran analisis.

Baca Juga:  Bawaslu Sulsel Ungkap Data Pemilih Titik Rawan PSU Palopo

​“Dalam era demokrasi hari ini, survei publik memang populer. Namun, instrumen yang mulia ini memiliki kaidah ketat. Jangan sampai bablas menjadi senjata pembentukan opini yang menyesatkan,” tegas Idrus di Jakarta, Senin 12 Oktober 2026.

​Ia menilai, penilaian terhadap kinerja kementerian harus bertumpu pada indikator yang terukur, pelaksanaan program, serta dampak riil bagi masyarakat, bukan sekadar persepsi semata. Tanpa transparansi indikator, Idrus menyangsikan keabsahan hasil evaluasi tersebut.

​“Saya kira, tanpa mengurangi rasa hormat kepada hasil survei, ini tidak faktual. Kalau begini, ini bukan hasil survei lagi, tapi sudah hasil konspiratif,” ujarnya. Ia juga mengimbau agar pihak-pihak tertentu tidak bersembunyi di balik bungkus survei jika memiliki agenda politik khusus.

Baca Juga:  Mencegah Turbulensi Internal: Catatan untuk DPD Golkar Sulsel

​Sebut Kinerja Sektor ESDM Justru Positif

​Menanggapi penilaian CELIOS, Idrus membeberkan sejumlah data capaian positif sektor ESDM sepanjang tahun 2025 sebagai pembanding.

​Data Kementerian ESDM mencatat realisasi investasi pada semester I 2025 mencapai 13,9 miliar dollar AS, atau melonjak sekitar 24,1\% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

​Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM sepanjang 2025 mampu menembus Rp138,37 triliun, atau setara 108,56\% dari target awal. Dari sisi lifting minyak bumi, produksi tercatat mencapai 605.300 barel per hari (bph), melampaui target yang ditetapkan sebesar 605.000 bph.

​Meski demikian, Idrus sepakat bahwa keberhasilan sektor energi tetap harus diukur secara menyeluruh, termasuk dari aspek keberlanjutan pasokan, keterjangkauan harga, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal lumrah dalam demokrasi, selama disampaikan berdasarkan data objektif dan ruang evaluasi yang sehat.

Komentar Anda
Berita Lainnya