Kapolrestabes Makassar Ungkap Kronologi Betrand Tewas Tertembak Pistol Polisi

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Video seorang remaja bernama Betrand Eka Praseya Radiman tewas tertembak pistol anggota polisi saat main tembakan-tembakan dengan senjata omega di Jalan Toddopuli Raya beredar di media sosial. Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Arya Perdana membenarkan terkait meninggalnya Betrand akibat tertembak secara tidak sengaja oleh anggota Polsek Panakukkang.

Arya mengatakan video tersebut terjadi pada pukul 07.00 Wita, Minggu (8/3). Arya menjelaskan kronologi berawal saat polisi mendapatkan laporan adanya anak-anak muda yang sedang bermain senapan omega di Jalan Toddopuli Raya Makassar.

“Di situ lalu mencegat orang-orang yang jalan, lalu mendorong orang yang jalan, juga melukai orang yang jalan di situ. Sehingga menendang ya, jadi tindakan-tindakan ini sangat meresahkan warga masyarakat,” ujarnya di Mapolrestabes Makassar, Selasa malam 3 Maret 2026.

Baca Juga:  Tersangka Kerusuhan Gedung DPRD Sulsel dan Makassar Menjadi 53 Orang, 10 Diantaranya Jarah Mesin ATM

Karena sudah meresahkan, salah satu anggota Polrestabes Makassar yakni Iptu N mendatangi lokasi. Saat tiba di lokasi, Iptu N melihat korban mengancam keselamatan pengendara yang melitas di Jalan Toddopuli Raya.

“Sehingga begitu Iptu N turun dari mobil, langsung melakukan penangkapan, pegang Betrand, sambil mengeluarkan tembakan peringatan,” ungkapnya.

Saat tembakan peringatan, anak-anak yang main senapan omega melarikan diri. Saat itu, Iptu N sudah mengamankan Betrand.

“Kemudian Betrand berusaha untuk melarikan diri, berusaha meronta. Ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja, terkena bagian tubuh belakang,” bebernya.

Usai terkena tembakan tersebut, Betrand dibawa ke Rumah Sakit Grestelina Makassar. Namun, Betrand dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Baca Juga:  12 Hari Buron, Polisi Ringkus Perampok BriLink Desa Lelong

“Ketika sudah di RS Bhayangkara, ini apa namanya, ternyata Betrand sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Usai kejadian tersebut, Iptu N langsung diamankan oleh Seksi Propam Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, senpi milik Iptu N juga diamankan.

“Langsung juga Kasatreskrim dan Kasi Propam saat itu juga melakukan olah TKP di tempat. Untuk jenazah sendiri, sementara waktu itu menunggu autopsi. Kami lakukan olah TKP dan penyidikan langsung dimulai pada saat itu juga,” kata dia.

Mantan Kapolres Metro Depok ini menegaskan tidak akan menutupi kasus tersebut.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat, dengan keluarga-keluarga juga untuk mempercayakan semua tindakan yang akan kami lakukan kepada pihak-pihak yang memang harus dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya