Siswa Berprestasi SMAN 14 Makassar Terganjal Masuk PTN, Komisi E DPRD Sulsel Soroti Akses KIP

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Kunjungan kerja Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di SMA Negeri 14 Makassar mengungkap sejumlah kendala krusial yang dihadapi siswa berprestasi dari kalangan keluarga prasejahtera. Meski memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, banyak siswa terancam gagal melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akibat persoalan administrasi bantuan pendidikan.

Kendala Kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Salah satu temuan utama dalam kunjungan tersebut adalah minimnya akses Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa berprestasi di sekolah tersebut. Padahal, kepemilikan KIP merupakan instrumen vital bagi siswa dari ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan jaminan pendidikan gratis di tingkat universitas.

“Dia pintar tapi tidak punya KIP, ini menjadi masalah. Jika punya KIP, peluang mereka sangat besar untuk kuliah gratis karena kartu tersebut menjadi modal utama saat mereka lulus tes masuk PTN,” ujar Yeni Rahman, Senin 27 April 2026.

Baca Juga:  Ombudsman Sulsel Temukan Pelanggaran Prosedural Dalam PPDB

Dilema Jurusan dan Ambisi Siswa

Selain masalah finansial, pihak sekolah melaporkan adanya fenomena dilematis yang dihadapi siswa dalam memilih program studi di perguruan tinggi. Banyak siswa yang memilih jurusan murni berdasarkan minat tanpa mempertimbangkan ambang batas kemampuan atau skor yang dibutuhkan, sehingga berujung pada kegagalan dalam seleksi.

Revitalisasi Infrastruktur yang Terencana

Terkait fasilitas sekolah, Komisi E DPRD Sulsel mengapresiasi pembangunan enam ruang kelas baru, perpustakaan, dan musala yang telah terealisasi melalui anggaran revitalisasi. Namun, legislatif memberikan catatan agar pola pembangunan ke depan dilakukan secara menyeluruh (total bedah) alih-alih parsial.

Pola Bantuan: Anggota dewan mengkritik bantuan yang selama ini datang secara bertahap, seperti perbaikan pagar atau toilet yang dilakukan terpisah-pisah.

Baca Juga:  Jelang Mubes IKA Unhas 2026: Para Ketua Wilayah dan Fakultas Serukan Kolaborasi untuk Bangsa

Rekomendasi: Disarankan adanya sistem daftar tunggu sekolah agar satu institusi pendidikan dapat diperbaiki secara total dalam satu waktu guna menghindari kerusakan berulang di bagian lain.

Apresiasi Tenaga Pendidik

DPRD Sulsel juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru di SMAN 14 Makassar yang dinilai berhasil membina siswa dengan latar belakang masalah sosial hingga mampu mencetak prestasi akademik. SMAN 14 Makassar dikenal sebagai sekolah yang banyak menampung anak-anak dari kalangan ekonomi bawah, namun tetap mampu menjaga kualitas pendidikan di tengah keterbatasan.

Komentar Anda
Berita Lainnya