Gandeng CSIS, Departemen Ilmu Politik Unhas Bedah Masa Depan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) akan menyelenggarakan seminar publik bertajuk “Membangun Dekarbonisasi pada Rantai Pasok Industri Baterai dan EV demi Menjaga Daya Saing dan Komitmen Lingkungan Indonesia” pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 09.00–12.00 WITA di Gedung Ipteks Universitas Hasanuddin.

Sekretaris Departemwn Ilmu Politik Unhas Endang Sari mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai forum diskusi yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan peneliti untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam mendorong dekarbonisasi rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. “Topik tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya posisi Indonesia dalam industri hilirisasi mineral dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik global yang menuntut praktik industri yang lebih berkelanjutan,”kata Endang dalam keterangan rilisnya, Senin 8 Juni 2026.

Baca Juga:  Ian Wilson Paparkan Isi Bukunya Berjudul "Politik Jatah Preman" di Unhas

Seminar ini rencananya akan menghadirkan Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, Bupati Morowali Utara, sebagai keynote speaker. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai dinamika pembangunan daerah yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri berbasis mineral kritis, yang memiliki peran penting dalam rantai pasok industri baterai nasional.

Selain itu, seminar ini juga akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, yaitu Bapak Kasman selaku Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Ince Mochamad Arief Ibrahim selaku Ketua Kadin Morowali Utara, Prof Sukri selaku Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, serta peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Melalui seminar ini, para pembicara dijadwalkan membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik yang berkelanjutan, mulai dari tata kelola sumber daya alam, transisi energi, kebijakan industri, daya saing ekonomi, hingga komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan pengurangan emisi.

Baca Juga:  IKA SMAN 2 Maros Gelar Diskusi Alumni di Bulan Ramadan

Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Hasanuddin berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan langkah-langkah strategis menuju pengembangan industri kendaraan listrik yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Seminar publik ini terbuka bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu energi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Komentar Anda
Berita Lainnya