Misi Penyelamatan Juku Eja: PSM Makassar Tatap Laga Arema FC Bak Partai Final

JELAJAH.CO.ID,Malang – PSM Makassar mengusung misi hidup-mati saat bertandang ke markas Arema FC pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Laga yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 9 Mei 2026, menjadi pertaruhan harga diri bagi tim berjuluk Juku Eja untuk menjauh dari jurang degradasi.

Badai Cedera Bukan Penghalang

​Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, mengakui bahwa kondisi timnya saat ini sedang tidak ideal. Sejumlah pemain pilar dipastikan absen karena masih dalam tahap pemulihan cedera. Namun, keterbatasan skuat justru dijadikan pelecut semangat bagi para pemain pelapis.

​”Saya sudah sampaikan ke pemain: inilah kesempatan kalian untuk menunjukkan bahwa kalian layak masuk starting eleven. Semakin sulit perjuangannya, semakin nikmat kemenangannya,” ujar Coach Amiruddin dalam sesi pre-match press conference, Jumat 8 Mei 2026.

Baca Juga:  28 November BRI South Sulawesi Padel Open Akan Digelar di Makassar

Ruang Ganti Kondusif di Tengah Tekanan

​Gelandang PSM, Akbar Tanjung, meluruskan spekulasi mengenai inkonsistensi tim. Ia menegaskan bahwa hubungan antar pemain di ruang ganti tetap harmonis. Masalah utama tim murni terletak pada kedalaman skuat yang terganggu oleh faktor non-teknis seperti cedera.

​”Kami tidak ada masalah di locker room. Fokus kami sekarang adalah bekerja lebih keras dari Arema. Kami datang ke sini untuk berjuang, bukan untuk menyerah,” tegas Akbar.

Misi “Tiga Final” Harga Mati

​Dengan menyisakan tiga laga terakhir, posisi PSM Makassar masih belum sepenuhnya aman di papan klasemen. Coach Amiruddin memberikan instruksi tegas bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun.

Baca Juga:  MHM 2025, Berdayakan UMKM dan Promosikan Wisata Kota Daeng

Strategi: Menganggap tiga laga sisa sebagai partai final

​Target: Menyapu bersih poin demi mengamankan tiket di Super League musim depan.

​Kewaspadaan: Mengunci pergerakan lini depan Arema FC yang dinilai sangat produktif saat bermain di kandang.

​Sentimentalitas Ahmad Amiruddin di Kanjuruhan

​Laga ini juga menjadi momen emosional bagi Coach Amiruddin yang pernah membela Arema selama tiga tahun. Meski menaruh hormat tinggi kepada mantan timnya, ia tetap profesional dalam membidik kemenangan.

​”Saya tahu bagaimana militansi Aremania, apalagi jika tim mereka baru saja menelan hasil buruk di partai derby. Saya berharap Arema membaik ke depannya, tapi untuk besok, biarkan rezekinya buat kami dulu,” pungkasnya dengan nada optimis.

Komentar Anda

Berita Lainnya