Sempat Ditendang dan Dibanting Tentara Israel, Relawan Asal Makassar Akhirnya Dibebaskan

JELAJAH.CO.ID,Makassar –  Rasa cemas yang menyelimuti Sutrawati Kaharuddin (52) akhirnya berganti luhur syukur. Putranya, Andi Angga Parasadewa (32), relawan kemanusiaan asal Makassar yang sempat ditahan oleh otoritas Israel, kini telah dibebaskan dan dideportasi.

​Angga merupakan satu dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global SUMUD Flotila (GSF). Saat ini, Angga dilaporkan sudah berada di Turki dalam kondisi aman.

Mengalami Kekerasan Fisik dan Intimidasi

​Meski bersyukur sang putra selamat, Sutrawati tak menampik adanya perlakukan kasar yang diterima Angga selama ditahan oleh tentara Zionis. Berdasarkan komunikasi via telepon, Angga menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami kekerasan fisik.

​”Menurut penyampaian anak saya, di sana dia mengalami intimidasi dan tentunya ada kekerasan fisik. Ada sedikit memar di tubuhnya,” ungkap Sutrawati saat ditemui di kediamannya, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat 22 Mei 2026.

Baca Juga:  Wamen Didit Herdiawan Kawal Pendampingan Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

​Sutrawati juga membenarkan video yang beredar di media sosial mengenai kekerasan tentara Israel terhadap para relawan. Ia menyebut anaknya bahkan sempat dibanting dan ditendang. Beruntung, setibanya di Turki, Angga langsung menjalani pemeriksaan medis.

​”Alhamdulillah secara keseluruhan kondisinya baik setelah menjalani cek kesehatan di Turki,” imbuhnya.

Berhasil Berkomunikasi Dua Kali

​Sutrawati mengaku sudah berhasil tersambung langsung dengan Angga sebanyak dua kali setelah sang anak mendarat di Turki. Informasi pembebasan ini awalnya ia terima dari pihak Rumah Zakat, lembaga tempat Angga bekerja dan bernaung dalam misi tersebut.

​Komunikasi Pertama: Berlangsung singkat selama 3 menit sesaat setelah Angga turun dari pesawat.

​Komunikasi Kedua: Berlangsung sekitar 10 menit pada Jumat pagi untuk menanyakan kondisi kesehatannya secara lebih detail.

Baca Juga:  Teror OTK, Mahasiswa Unismuh Terkena Busur

Rencana Kepulangan dan Acara Syukuran

​Jika tidak ada perubahan jadwal, Angga bersama rombongan relawan lainnya dijadwalkan terbang menuju tanah air pada Minggu (24/5) mendatang. Sutrawati pun sudah bersiap bertolak ke Jakarta untuk menjemput langsung sang putra.

​”Insyaallah jadwalnya Ahad (Minggu) nanti mendarat di Jakarta. Setelah kembali ke Makassar, kami pihak keluarga tentu akan menggelar acara syukuran atas keselamatan Angga,” tutur Sutrawati.

​Di akhir wawancara, Sutrawati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengupayakan pembebasan anaknya. Mulai dari Pemerintah Indonesia, Rumah Zakat, hingga para penggerak Global SUMUD Flotila.

​”Saya sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat yang betul-betul memaksimalkan upaya pembebasan. Terima kasih juga kepada Global SUMUD Flotila, Ibu Maimun, dan Kak Ciki Fauzi yang betul-betul tidak tidur demi memperjuangkan pembebasan anak saya dan rekan-rekannya,” pungkasnya.

Komentar Anda
Berita Lainnya