Progres Proyek Jalan Multiyears Sulsel Rp2,5 Triliun: Paket 3 Tertinggi, Paket 4 Masih 13 Persen

 JELAJAH.CO.ID,Makassar  –  Pengerjaan infrastruktur lima paket jalan dengan sistem tahun jamak (multiyears project) di Sulawesi Selatan menunjukkan progres yang bervariasi. Proyek strategis bernilai total Rp2,5 triliun dari APBD Sulsel ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2027.

​Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengungkapkan perkembangan fisik pengerjaan lima paket jalan tersebut per 16 Agustus 2026.

​”Untuk paket 1 itu sudah realisasi 33,6 persen. Ini meliputi rute dari Ratansi sampai Sinjai sepanjang 300 kilometer,” ujar Kadir Halid di Makassar, Selasa 18 Agustus 2026.

​Sementara itu, Paket 2 yang membentang sepanjang 209 kilometer dari Golombong (batas Gowa-Makassar), Panciro, Takalar, hingga Jeneponto baru terealisasi 24,7 persen. Capaian tersebut mencatatkan deviasi minus sekitar 1,6 persen dari target pengerjaan.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sulsel Lukman B Kady Awasi Penggunaan APBD di Desa Bontoala Gowa, Warga Usulkan Jalan Tani

​Kadir menjelaskan, kendala utama yang dihadapi pada Paket 2 adalah spesifikasi pengerjaan yang menggunakan full aspal di tengah kondisi pasar yang dinilai tidak ideal.

​”Yang aspal sekarang ini memang lagi terkendala karena aspal langka dan harganya naik. Kalau ada pekerjaan jalan yang aspal semuanya, terkendala di situ. Berbeda dengan paket yang ada betonnya, cenderung lancar,” jelasnya.

​Berbeda halnya dengan Paket 3 yang mencakup wilayah Sidrap-Rappang, Enrekang, Soppeng, Pinrang, hingga Tana Toraja. Paket ini mencatatkan progres tertinggi dibandingkan paket lainnya, yakni menembus lebih dari 30,5 persen.

​Kadir mengapresiasi kinerja pelaksana Paket 3, PT Bumi Karsa, yang dinilai sukses mengamankan ketersediaan material di awal pengerjaan.

Baca Juga:  Darmawangsyah Muin: Penghapusan Utang Bentuk Keberpihakan Negara ke Rakyat Kecil

​”Paket 3 ini terbaik dari lima paket yang ada. Meskipun aspal semua, perusahaannya sudah menyetok pasokan bahan baku lebih awal sehingga pekerjaannya lancar,” tambahnya.

​Adapun Paket 4 yang meliputi jalur Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone mencatatkan hasil paling rendah, yakni baru mencapai 13 persen dengan deviasi minus sekitar 5 persen dari target. Pihak DPRD Sulsel berencana melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengevaluasi keterlambatan tersebut.

​Sedangkan Paket 5 yang melintasi wilayah Barru, Soppeng, Pangkep, dan Bone saat ini mencatatkan progres fisik sebesar 20 persen.

Alokasi APBD dan Mekanisme Evaluasi

​Proyek jalan multiyears ini didanai sepenuhnya melalui APBD Sulsel dengan pembagian alokasi anggaran Rp200 miliar pada tahun 2025, dilanjutkan Rp1,1 triliun pada tahun 2026, dan sisanya dialokasikan pada tahun 2027.

Baca Juga:  APBD Perubahan 2025: Pemkot Makassar Genjot Program Menuju Kota Bebas Sampah 2029

​Menanggapi potensi keterlambatan target tahunan pada 2026, Kadir menegaskan tidak akan ada pembengkakan atau penambahan anggaran dari pagu yang telah ditetapkan.

​”Sistemnya multiyears. Kalau misalnya target Rp1,1 triliun di 2026 ini hanya terealisasi Rp800 miliar, sisa Rp300 miliar dilanjutkan ke 2027. Anggaran tidak bertambah. Kontraktor yang harus menggenjot pekerjaan dan menambah tenaga kerja agar tuntas Desember 2027,” tegas Kadir.

​Komisi D DPRD Sulsel dijadwalkan akan kembali melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia jasa pada dua bulan mendatang guna memastikan pengerjaan jalan dapat memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.

Komentar Anda
Berita Lainnya