JELAJAH.CO.ID,Makassar – Partai Gerindra Sulawesi Selatan menegaskan statusnya sebagai partai pimpinan pimpinan tertinggi Republik Indonesia bukan alasan untuk berpuas diri. Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin, menyatakan bahwa keberadaan kader di tampuk kepemimpinan nasional justru menjadi beban moral untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa pilihan mereka tidak salah.
Sebagai bentuk konsolidasi internal, DPD Gerindra Sulsel membuka pintu seluas-luasnya bagi kader daerah yang ingin “naik kelas”, baik dari tingkat kabupaten/kota ke provinsi, maupun dari provinsi menuju DPR RI.
Sejumlah nama potensial pun telah dipetakan untuk bertarung memperebutkan kursi Senayan. Untuk daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 1, muncul nama Andi Tenri Indah, Vony Ameliani, dan Fadel Taufan. Sementara di Dapil Sulsel 2, ada nama Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud serta Andi Nirawati. Selain itu, politisi senior Firmina Tellulembang juga disiapkan untuk mencoba peruntungan di jalur DPD RI.
“Ini nama-nama yang kami siapkan,”ujar DM-sapaan Darmawangsyah Muin, Rabu 2 September 2026.
Di sisi lain, optimisme tinggi ditunjukkan oleh Yasir Machmud yang dipastikan maju bertarung di Dapil Sulsel 2. Berbekal basis suara kuat di Kabupaten Bone, Yasir siap menggerakkan simpul-simpul dukungannya di 8 kabupaten/kota lain, meliputi Soppeng, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Maros, Pangkep, Barru, hingga Parepare.
Dengan target pribadi mematok 200.000 suara, Yasir meyakini target 4 kursi DPR RI dari DPD Gerindra untuk Dapil Sulsel 2 sangat realistis mengingat komposisi caleg yang diisi oleh tokoh-tokoh berkapasitas besar. Menariknya, Yasir menolak sebutan “dapil neraka” untuk persaingan di Sulsel 2. Ia lebih suka menyebutnya sebagai “dapil surga” yang mencerminkan iklim kampanye yang aman, tenteram, dan optimistis.