JELAJAH.CO.ID,Makassar — DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tingkat kabupaten/kota (DPD II). Sebagai langkah awal, Golkar Sulsel resmi membentuk 11 Koordinator Wilayah (Korwil) guna mengawal dan memperlancar seluruh tahapan konsolidasi di daerah.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid, menjelaskan bahwa pembentukan 11 Korwil ini berfungsi sebagai jaring pendek untuk mendampingi persiapan teknis Musda di tiap daerah.
”Ada 11 Korwil yang dibentuk sekelas Korda. Ini untuk memperlancar persiapan musyawarah di masing-masing daerah. Beberapa kabupaten sudah siap, seperti Maros yang akan menjadi pembuka, lalu berlanjut ke Enrekang, Sidrap, hingga wilayah selatan seperti Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng, Gowa, dan Makassar,” ujar Kadir Halid, Selasa 20 Oktober 2026.
Survei Independen Jadi Pertimbangan Utama
Selain membentuk Korwil, Golkar Sulsel juga mengandalkan hasil riset elektabilitas dari lembaga survei independen asal Jakarta sebagai salah satu pertimbangan utama penentuan figur calon Ketua DPD II. Menurut Kadir, riset ini penting untuk mengukur potensi kepemimpinan dan pergerakan suara partai.
”Survei ini dilakukan oleh lembaga independen yang bonafit dari Jakarta. Tujuannya untuk melihat elektabilitas calon serta meninjau pergerakan Golkar dari pemilu ke pemilu. Hasil ini menjadi salah satu dasar pertimbangan Ketua DPD I dan pengurus harian, apakah mempertahankan ketua lama atau mendorong figur baru,” jelasnya.
Saat ini, hasil survei untuk 12 daerah di Sulsel telah resmi keluar, sementara beberapa daerah lainnya seperti Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep masih dalam proses atau menantikan giliran survei.
Patarai Amir Unggul di Maros, Makassar Masih Menunggu
Terkait nama-nama calon potensial, Kadir membocorkan salah satu figur yang mencatatkan elektabilitas tertinggi di Kabupaten Maros, yaitu Andi Patarai Amir.
”Untuk Maros, berdasarkan hasil survei, posisi tertinggi ditempati oleh Andi Patarai Amir. Walaupun figur lain seperti Wakil Bupati juga masuk dalam tiga besar, Pak Patarai yang tertinggi. Meski begitu, keputusan akhir tetap dikembalikan pada mekanisme Musda,” ungkap Kadir.
Sementara untuk Kota Makassar, Musda belum dapat dijadwalkan dalam waktu dekat karena riset survei baru akan berjalan. Kendati demikian, Kadir menegaskan bahwa Golkar Makassar memiliki stok kader potensial yang melimpah, mulai dari unsur Pengurus Harian DPD II hingga pimpinan organisasi sayap seperti AMPG.